Setelah Rusa Bawean, Giliran Komodo KBS Mati

Setelah Rusa Bawean, Giliran Komodo KBS Mati

Usai kijang meregang nyawa pada Jumat (31/1/2014), komodo KBS juga mati. Selisih beberapa jam dengan rusa Bawean, seekor komodo di dalam kandang nomor 5 itu ditemukan tak bergerak.

Direktur Operasional Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Liang Kaspe menyatakan penyebab kematian komodo adalah karena gangguan saluran pencernaan. Tapi ia mengaku tak tahu sejak kapan gangguan tersebut diderita. “Dari hasil otopsi, ususnya berwarna kemerahan,” ujarnya.

Reptil jantan itu ditemukan mati pukul 10.55 oleh petugas KBS pada hari Sabtu. Petugas KBS Sutardji mengungkapkan, ia memberi makan sesuai jadwal pada pukul 08.00. Waktu itu, si komodo masih terlihat sehat. Tapi ia tak mau mendekat dan memakan makanan yang disodorkannya. Pukul 10.30, Sutardji kembali masuk ke kandang komodo KBS itu. “Kondisinya sudah lemas dan matanya kedip-kedip,” kata Suradji.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes kota Surabaya, AKBP Farman menjelaskan kematian komodo berusia lima tahun tersebut wajar. Karena pihaknya tak menemukan tanda-tanda kekerasan. “Hanya lidah menjulur dan kelamin yang keluar,” kata dia.

Kondisi komodo KBS saat dievakuasi, kata Farman, masih lemas. Itu berarti waktu kematiannya masih dekat alias belum terlalu lama. “Waktu (bangkai) kami angkat untuk dipindah ke ruang klinik dan karantina, lidahnya masih gerak-gerak. Badannya juga masih lemas,” ujarnya.

Untuk mengetahui penyebab kematiannya, hingga kini, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan dokter hewan FKH Unair.

Setelah peristiwa kematian komodo berusia 7 tahun kali ini, koleksi komodo KBS tersisa 57 ekor. Komodo tergolong hewan yang berusia cukup panjang, yakni hingga 50 tahun. Koleksi komodo KBS sendiri dinilai masih surplus.(wh)

Marketing Analysis 2018