Setelah 47 Tahun, Kunjungan Raja Salman Bawa Investasi Rp 332,55 T

Setelah 47 Tahun, Kunjungan Raja Salman Bawa Investasi Rp 332,55 T

Setelah 47 Tahun, Kunjungan Raja Salman Bawa Investasi Rp 332,55 T

Rencana kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud yang akan mengunjungi Indonesia pada awal Maret 2017 merupakan kunjungan bersejarah. Ini kunjungan Raja Arab ke Indonesia setelah 47 tahun. Kunjungan terakhir    raja negara petrodolar itu terjadi  pada 1970 lalu.

Kedatangan Raja Salman akan disambut dengan upacara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada 1-4 Maret mendatang.  Setelah itu akan bertolak ke Bali pada 4-9 Maret.  Kunjungan Raja Salman ke Indonesia menunjukkan penguatan hubungan bilateral kedua negara.

Pihak Saudi pun mengakui dalam dua tahun terakhir sejak kepemimpinan Presiden Jokowi, hubungan kedua negara meningkat.

Hal itu terbukti dari kunjungan Menlu RI ke Saudi sudah tiga kali, kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi pada 2015, disusul sejumlah pejabat tinggi ke Saudi antara lain menteri pertahanan, ketua Bappenas, menteri agraria, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Dari pihak Saudi juga dilakukan beberapa kali kunjungan yaitu kunjungan menlu Saudi sebanyak dua kali pada Oktober 2015 dan Januari 2016, kedatangan Pangeran Saudi Al-Waleed bin Talal pada 2016, serta baru-baru ini kedatangan Majelis Syuro Saudi.

Intensitas hubungan Indonesia-Saudi juga bergerak pesat dari sisi substansi. Tidak hanya dalam konteks haji dan tenaga kerja, tapi bentuk kerja sama lain seperti investasi, perdagangan, dan infrastruktur.

Kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud ini diharapkan membawa investasi sebesar USD25 Miliar atau setara dengan Rp332,55 Triliun. Sekretariat Kabinet menerangkan dalam kunjungan Raja Salam ini nanti bakal diteken investasi perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco di Cilacap dengan nilai USD 6 miliar.

Selain itu Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung juga mengatakan bakal akan ada project lain yang akan ditandatangani, kurang lebih sebesar USD1 miliar dan project-project lainnya. “Tadi bapak presiden mengharapkan bahwa investasi Arab Saudi ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai dengan USD25 miliar dollar AS,” ujar Pramono dalam laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Ada lima kerja sama kedua pemerintah yang sudah disepakati yakni, promosi seni dan warisan budaya, pertukaran ahli kesehatan haji dan umrah, serta promosi Islam moderat yang di dalamnya mencakup dakwah dan pertukaran ulama. Ada pula program peningkatan frekuensi penerbangan dari Indonesia ke Saudi serta penanggulangan kejahatan lintas batas “Dengan demikian, tentunya kunjungan Raja Salman ke Indonesia ini sungguh akan merupakan kunjungan kehormatan bagi bangsa Indonesia dan juga sekaligus menunjukkan keakraban, keeratan antara pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi,” pungkas Pramono. (bst/snd)