Setahun Ikut Pelatihan Sablon, Kini Dulang Jutaan Rupiah

Setahun Ikut Pelatihan Sablon, Kini Dulang Jutaan Rupiah

Pelatihan sablon Pejuang Muda Surabaya di Kaza City Mall Surabaya ini kepada, Sabtu (14/7/2018). foto: arya wiraraja/enciety.co

Di hari pertama pelatihan pascalibur Lebaran 2018, Pejuang Muda Surabaya kembali menggelar pelatihan sablon. Pada pelatihan kali ini, empat orang berkonsultasi terkait perkembangan usaha sablon yang sudah dirintis sejak setahun lalu.

Ahmad Arief, mentor pelatihan sablon Pejuang Muda Surabaya, mengungkapkan keempat orang pelaku usaha muda tersebut mulai ikut pelatihan sablon tahun 2017 lalu.

“Mereka yang datang itu usahanya sudah berjalan. Alhamdulillah, saya sangat senang, karena sebelum Ramadan dan setelah Lebaran tahun ini, mereka banyak mendapatkan order hingga mereka tidak bisa datang ke pelatihan,” ujar Arief ditemui di Kaza City Mall Surabaya, Sabtu (14/7/2018).

Kata dia, rata-rata untuk satu kali order 500 sampai 1.000 piece. Dari order tersebut mereka dapat meraup laba bersih paling sedikit 20 persen.

“Menurut pengakuan mereka, pendapatan dari laba bersih yang berhasil dikumpulkan selama Ramadan dan Lebaran terbilang besar. Rata-rata dua kali UMR Surabaya sekarang,” terang dia.

Kata Arief, hasil tersebut tidak lepas dari pelajaran manajemen usaha yang didapat para pelaku usaha Pejuang Muda Surabaya saat pelatihan.

Arief  membagi beberapa tips kepada para pelaku usaha. Di antaranya pemilihan bahan dan pemakaian cat sablon yang sesuai dan tepat. “Dengan dua tips itu saja kita dapat menekan ongkos produksi tanpa harus mengurangi kualitas produk sablon yang dibuat,” terang dia.

Arief juga menjelaskan, ada rahasia lain yang wajib dipahami. Yakni mengatur waktu produksi. Manajemen waktu produksi ini salah satu hal yang sensitif dan wajib ditaati.

Pada saat menerima order, para pelaku usaha sablon harus menghitung dan memperkiraan waktu pengerjaan yang dibutuhkan.

“Kita sudah seharusnya memperhitungkan proses pengerjaan. Contohnya, ada pesanan 1.000 piece, waktu yang dibutuhkan seminggu, namun pelanggam minta tiga hari. Secara profesional kita tidak mengapa menolak order tersebut,” tegas dia.

Kata dia dalam mengerjakan sablon wajib menghitung konsekuensi kerja. Jika pekerjaan tidak mampu dilakukan, jangan diambil. Lain halnya jika waktu, tenaga dan harga sesuai pesanan.

“Intinya, lakukan yang terbaik bagi pekerjaan dan pelanggan kita,” tandas Arif. (wh)