Setahun, Disperindag Daftarkan 150 Merek UKM Surabaya

Setahun, Disperindag Daftarkan 150 Merek UKM Surabaya

Pelaku UKM Surabaya yang memeriahkan event Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan. foto:ist

Pemerintah Kota  Surabaya telah memberikan fasilitas gratis kepada para pelaku bisnis usaha kecil menengah (UKM). Selain melakukan pembinaan, juga pemberian fasilitas perizinan gratis. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendongkrak perekonomian lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surabaya Arini Pakistyaningsih mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan perekonomian lokal, sosialisasi, dan pelatihan bagi pelaku UKM terus diadakan, juga bimbingan membuat produk dan packaging hingga proses perijinan sampai ke tingkat pemasaran.

“Semua kita fasilitasi secara gratis, termasuk perizinan, mulai dari SIUP, TDP, Merek, hingga Halal, itu semua difasilitasi oleh Pemkot secara gratis,” terang Arini, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (16/1/17).

Hasilnya, saat ini perekonomian di Surabaya terus mengalami pertumbuhan yang pesat. Hal ini karena hampir seluruhnya ekonomi warga Surabaya bertumpu pada sektor UKM.

Data Disperindag Kota Surabaya menyebutkan, dari Januari 2017 hingga akhir Desember 2017, sudah sekitar 150 UKM yang didaftarkan sertifikasi merek di Kementerian Hukum Dan HAM (Kemenkumham), dan 67 UKM yang didaftarkan sertifikasi halal di Lembaga Pengkajian Pangan Dan Obat-obatan (LPPOM) MUI.

Sementara itu, menurut Arini, hingga 15 Januari 2018, sudah sekitar empat UKM yang didaftarkan sertifikasi halal dan dua UKM yang didaftarkan sertifikasi merek.

“Untuk pendaftaran sertifikasi merek, setahun kami batasi sebanyak 150 UKM, karena yang daftar banyak. Tapi nanti bisa bertambah lagi. Masih nunggu perubahan PAK,” tuturnya.

Menurut Arini, saat ini untuk mekanisme kepengurusan izin halal MUI dilakukan secara kolektif. Data pelaku UKM yang mengajukan ditampung Dinas Perdagangan, selanjutnya di ajukan secara kolektif ke LPPOM MUI, dengan menggunakan pembiayaan dari APBD Surabaya.

Adapun syarat pendaftaran sertifikat halal bagi pelaku UKM adalah fotokopi KTP 8 lembar, fotocopy KSK dan SIUP masing-masing 5 lembar, no P-IRT/BPOM juga 5 lembar serta mengisi formulir yang disediakan oleh dinas.

Sedangkan, syarat pendaftaran merk bagi para pelaku UKM adalah fotocopy KSK 5 lembar, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) 8 lembar, fotocopy SIUP 5 lembar, mengisi formulir, surat pernyataan bermaterai Rp 6 ribu, dan melampirkan etiket merk (nama dan logo merk dengan ukuran 5X6 centimeter sebanyak 32 lembar) dan yang terakhir softcopy etiket merk dalam bentuk CD dengan format JPG/JPEG.

“Untuk pengurusan pendaftaran perizinan tersebut, pelaku UKM bisa datang langsung ke Kantor Dinas Perdagangan, di Jalan Tunjungan no 1-3 Surabaya,” pungkas mantan Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Kota Surabaya. (wh)

 

Marketing Analysis 2018