Setahun, 6.000 Pengaduan Jasa Keuangan

Setahun, 6.000 Pengaduan Jasa KeuanganKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad mengatakan, masyarakat sering mengirimkan pengaduan terkait sengketa antara konsumen dengan penyedia jasa keuangan.

Menurut Hadad, ada 6.000 pengaduan masyarakat melalui call center sepanjang tahun ini. Meski terhitung cukup banyak, dia mengaku bangga karena pengaduan itu membuktikan masyarakat makin teredukasi terhadap layanan jasa keuangan. “Sejauh ini call center cukup efektif, “kata dia, Minggu (8/12/2013).

Dari 6000 pengaduan tersebut, 30 persen diantaranya terkait dengan sengketa antara konsumen dengan penyedia jasa keuangan. Sisanya, sebagian besar berupa pemintaan informasi tentang suatu produk investasi.

“Mereka ditawari produk investasi tertentu dan berusaha mencari tahu lewat kami, apakah produk itu benar atau abal-abal. Bagaimana resikonya dan lain-lain, “kata dia.

Menurutnya, call center OJK di nomor 021-500655 itu memang salah satu strategi untuk menyusun pemetaan maupun sosialisasi keuangan pada masyarakat. “Intinya kita ingin agar masyarakat semakin melek keuangan, “ujarnya.

Unsur Agama

Sementara itu, OJK menemukan banyak pelaku investasi yang menggunakan unsur keagamaan, sebagai tameng dalam merekrut konsumen. Misalnya dengan menggunakan istilah legalitas halal dan investasi bersyariah.

“Itu adalah cara untuk menarik hati calon investor. Dari tidak tertarik tetapi karena ada embel-embel syariah kemudian menjadi ikut, “ujar Muliaman Hadad.

Dia mengatakan kerap sekali menemukan kata syarih dalam penarawan produk investasi. Kata syariah sering kali banyak disalahgunakan pelaku investasi. Untuk itu dia meminta calon investor jasa keuangan harus hati-hati.

Menurut Hadad dalam meminimalisir tingkat penyalahgunaan legalitas keagamaan, sektor jasa keuangan haruslah memiliki sikap transparan dalam menjalankan bisnisnya.

Calon investor jasa keuangan juga perlu meningkatkan sikap lebih hati-hati, khususnya dalam menjalankan verifikasi data dan informasi terkait produk atau layanan jasa keuangan.

Marketing Analysis 2018