Sertifikasi AUN-QA, Tim Asesor Kunjungi ITS

Sertifikasi AUN-QA, Tim Asesor Kunjungi ITS

foto:ist

Tim asesor dari ASEAN University Network-Quality (AUN-QA) memulai kunjungannya ke kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melakukan assessment atau penilaian terhadap empat departemen, Rabu (30/1/2019). Penilaian ini ditujukan untuk mendapatkan sertifikasi AUN-QA.

Sembilan asesor yang dipimpin oleh Prof Ir Dr Shahrir Abdullah berasal dari Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina ini siap melakukan penilaian hingga 1 Februari mendatang. Kunjungan penilaian ini untuk melakukan konfirmasi terhadap berkas-berkas yang diajukan sebelumnya oleh keempat departemen. Yakni Departemen Matematika, Departemen Teknik Fisika, Departemen Teknik Sistem Perkapalan, dan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota.

Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana M ScES PhD mengatakan bahwa penilaian AUN-QA tahun ini merupakan kali keempat bagi ITS sejak tahun 2015 lalu. Hingga saat ini, sudah ada 12 departemen di ITS yang telah berhasil mendapatkan serifikasi AUN-QA tersebut. “Tiap tahunnya, kita diberi kesempatan mengajukan maksimal empat departemen untuk bisa disertifikasi oleh AUN-QA ini,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Joni juga menegaskan, sertifikasi AUN-QA semata-mata bukan hanya untuk mendapatkan pengakuan setara di lingkup ASEAN, melainkan sebagai bukti atas komitmen ITS akan peningkatan kualitasnya. “Kami ingin menjamin para mahasiswa yang menduduki bangku perkuliahannya di ITS untuk memperoleh kualitas pendidikan yang bermutu,” tuturnya.

Menurut rektor yang akan mengakhiri masa jabatannya pada April 2019 ini, yang dicari pada ajang penilaian AUN-QA setiap tahunnya merupakan kritik dan masukan dari pihak AUN dalam rangka mencapai salah satu tujuan besar ITS, yakni memberikan kualitas yang terbaik bagi mahasiswanya. 

Sejak tahun 2015, jelas Joni, ITS makin gencar memperbaiki mutu dengan mengikuti standar internasional, salah satunya adalah melalui AUN-QA. Meski saat ini sudah ada 12 departemen yang tersertifikasi AUN-QA, ITS tetap berkomitmen untuk terus menambah koleksi departemen yang tersertifikasi AUN-QA ke depannya. “Kita targetkan setiap tahun ada empat departemen lagi yang diajukan untuk bisa mendapatkan serifikasi AUN-QA ini, sehingga nantinya semua departemen di ITS bisa tersertifikasi semuanya,” tandas guru besar Teknik Lingkungan ini.

Meskipun persyaratan dan peraturan tahun ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, Joni mengaku, ITS sejak jauh hari telah melakukan berbagai persiapan untuk penilaian AUN-QA di tahun 2019 ini. Tepat setelah masa penilaian AUN-QA 2018 berakhir, ITS langsung melakukan evaluasi melalui hasil yang didapatkan dari asesor AUN-QA. Selanjutnya, selama hampir setahun penuh ITS secara bertahap meningkatkan kualitas demi menjamin hasil yang maksimal pada sertifikasi AUN-QA.

Sementara itu, Kepala Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS Dr Adjie Pamungkas ST Mdev PIg PhD menjelaskan, ada banyak perbaikan yang ditempuh PWK menuju sertifikasi AUN-QA ini. Meskipun tergolong masih muda, namun PWK membuktikan mampu bersaing. Bahkan dalam hal internasionalisasi, rupanya PWK ITS telah memiliki 13 partner universitas yang tersebar dari benua Asia hingga Amerika. “Untuk kerjasama yang dilakukan pun beragam seperti student exchange, joint research, dan lain-lain,” tutur Adjie. 

Berbeda dengan PWK, Kepala Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS Dr Eng Muhammad Badrus Zaman ST MT, menjadikan AUN-QA sebagai ajang mewujudkan motivasi terbesarnya, yakni untuk lebih menaikkan level teknik sistem perkapalan di kancah internasional. 

Menurut pria yang biasa disapa Badrus ini, prestasi Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS sudah tidak perlu diragukan lagi. Tahun lalu, ITS Marine Solar Boat Team yang merupakan besutan departemen di Fakultas Teknologi Kelautan ini berhasil meraih juara di Belanda. Ada pula medali di Harvard Model United Nation (MUN) yang didapatkan dari mahasiswa yang tergabung di ITS MUN Club. “Tak lupa juga juara-juara LKTI mengenai pengembangan maritim, lomba Safety Design di Amerika dan Thailand, dan konferensi,” paparnya.

Untuk menghadapi penilaia sertifikasi ini, Departemen Teknik Fisika juga telah membenahi diri. Demi mempersiapkan visitasi asesor AUN-QA, Kepala Departemen Teknik Fisika ITS Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD, mengaku lebih menaruh perhatian pada perbaikan mutu pembelajaran. “Dengan begitu, orang tua yang menitipkan putra-putri mereka di Departemen Teknik Fisika akan senantiasa yakin dengan kapabilitas ITS dalam mempersiapkan lulusan yang berkompetensi,” ujarnya.

Kepala Departemen Matematika ITS, Dr Imam Mukhlash SSi MT mengatakan, sertifikasi AUN-QA ini sangat penting untuk pengakuan terkait kualitas pengajaran pada ruang lingkup departemen itu sendiri. Dengan begitu, lanjut Mukhlash, departemen yang telah berumur 54 tahun ini akan lebih dijamin lulusannya. ”Bertahap mulai di Asia Tenggara dulu lewat AUN-QA ini,” ujarnya.

Jika sudah disertifikasi, Mukhlas berkeyakinan proses internasionalisasi ITS, khususnya Departemen Matematika nantinya akan jauh lebih mudah.

“Otomatis semua elemen di dalamnya juga akan terpacu untuk meningkatkan kualitas, termasuk dosen, tendik (tenaga kependidikan, red), dan mahasiswa,” paparnya.

Seperti diketahui, AUN merupakan asosiasi yang didirikan pada November 1995 oleh 13 universitas negara anggota ASEAN. Sertifikasi AUN memiliki arti bahwa departemen tersebut dianggap memiliki reputasi dan standar yang sama dengan universitas lain yang menjadi anggota AUN. ITS sendiri berhasil menjadi affiliate member pada tahun 2014 lalu. (wh)

Marketing Analysis 2018