Terdampak Penutupan Lokalisasi,  Endang  Malah Jadi Jutawan

“Agar produk yang saya hasilkan naik kelas dan dapat meningkatkan pemasaran tahun 2015 yang lalu saya terpilih untuk mengikuti program Tatarupa III. Saya sangat senang sekali, karena dengan tampilan kemasan yang menarik produk saya kini digemari hingga ke Pulau Bali,” terang Endang yang membuka gerai dan bengkel produksinya di Jalan Rembang 9 Surabaya itu.

Saat ini, Endang kebanjiran pesanan dari dalam Kota maupun dari luar Kota Surabaya. Produk batik Risma Ratu yang ia geluti selama ini telah memiliki pelanggan tetap di Pulau Dewata.

“Saban bulan saya harus mencukupi permintaan salah satu Butik ternama yang ada di Pulau Bali. Jumlahnya mencapai 20-30 kain batik,” urai Endang.

Selain itu, berkat pelatihan Pahlawan Ekonomi yang diikutinya saban minggu kini Endang juga telah memasarkan produknya melalui dunia digital. “Hampir 70 persen penjualan produk batik Risma Ratu sekarang melalui online. Biasanya, pesanan datang dari Facebook, Whats App dan lain sebagainya,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Endang juga menjelaskan, untuk satu produk kain batik yang dia produksi dibandrol dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 400 ribu.

“Namun, kain batik yang saya hasilkan pernah terjual hingga harga jutaan rupiah mas, ketika dipasarkan di Bali,” tandasnya lantas tersenyum.  (ram)

Marketing Analysis 2018