Terdampak Penutupan Lokalisasi,  Endang  Malah Jadi Jutawan

Karena dampak dari penutupan lokalisasi Bangunsari pada 2013 mengharuskan Endang Kustiani mendirikan usaha yang lain, yaitu Risma Ratu dengan produk andalannya Batik Canting. Ternyata, dengan menjadi pelaku usaha batik pemasukan yang didapat jauh melebihi menjadi pedagang makanan yang ada di lingkungan lokalisasi. Endang mengaku, saat ini dirinya mampu menghasilkan omzet hingga diatas Rp 20 juta satu bulannya dengan berjualan kain batik.

“Awal ditutup pada tahun 2013 lalu, saya sempat risau mas, karena saya hanya menggantungkan pendapatan saya dari berjualan dilingkungan lokalisasi Bangunsari. Saat itu saban hari hasilnya lumayan mas, bisa sampai Rp 200-300 ribu,” ungkap dia ketika ditemui enciety.co dalam acara Road Show Pahlawan Ekonomi Kecamatan Krembangan, Minggu (16/10/2016) lalu.

Benar saja, ketika lokalisasi Bangunsari tutup, usaha makanan yang dia lakoni selama ini sepi pembeli dan hampir bangkrut. Ditengah keterpurukannya itu, Endang sering berdiskusi dengan kawan-kawannya yang senasib dengannya.

“Saat itu, saya sangat bingung dengan keadaan yang menimpa saya. Namun dengan sering berdiskusi dengan kawan-kawan yang lain akhirnya saya disarankan mulai ikut pelatihan dari Bappemas-KB Surabaya dan Pahlawan Ekonomi,” ujar ibu paro baya itu.

Endang mengaku, saat itu ia banyak mendapatkan pelatihan yang diadakan di Kantor Kecamatan Krembangan. Saat itu saya mengikuti pelatihan pembuatan batik canting, batik seset, batik celup jumputan dan lain sebagainya. Alhamdulillah ternyata batik buatan saya dipuji dan saya disarankan untuk ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City,” terang Endang mengenang.

Setelah mengikuti beberapa pelatihan di Kaza City, Endang lebih dapat mengasah kemampuannya untuk menghasilkan produk batik canting dan seset dengan kualitas halus. Selain itu, setelah mengikuti pelatihan, endang dapat meningkatkan kapasitas produksi.

“Di antara sekian banyak jenis batik yang dapat saya hasilkan, dalam pelatihan Pahlawan Ekonomi saya diarahkan untuk membuat kain batik jenis seset dan batik canting. Karena kain batik jenis seset dan canting yang saya hasilkan tersebut memiliki kualitas warna dan serat kain yang bagus. Lalu, dalam satu minggu saya dapat memproduksi 6-7 kain batik canting dan seset dengan kualitas halus,” akunya lantas tersenyum.

Berkat kualitas produk kain batik canting dan batik seset yang bagus serta halus, Endang terpilih untuk mengikuti program Tatarupa III Pahlawan Ekonomi.