Selamatkan Anak Putus Sekolah, DP5A Salurkan ke Pejuang Muda

Selamatkan Anak Putus Sekolah, DP5A Salurkan ke Pejuang Muda

Agus Wahyudi berdiskusi dengan Kepala DP5A Surabaya Chandra Otamangun di Kaza City Mall Surabaya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Langkah positif dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya. Ini menyusul razia anak-anak putus sekolah di tempat-tempat yang rawan penyimpangan oleh Satpol PP. Salah satunya, DP5A menyalurkan mereka yang terjaring razia ikut program Pejuang Muda Surabaya.

DP5A menindaklanjuti laporan dari Satpol PP pada 10 Juli 2018. Di mana anak di bawah umur yang bekerja di warung bawah Jembatan Suramadu. Anak perempuan berinisial DL itu diketahui tinggal di kawasan Tambak Wedi.

“Kami langsung bertindak cepat agar dia bisa dijuahkan dari lingkungan yang tidak baik,” kata Kepala DP5A Surabaya Chandra Oratmangun saat bertemu Humas Pahlawan Ekonomi & Pejuang Muda Agus Wahyudi, di Kaza City Mall, Minggu (17/7/2018).

Dia lalu mengungkapkan, DL tinggal bersama kedua orang tua dan lima saudaranya. Ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan di luar kota Surabaya. Ibunya bekerja sebagai pengepul stopmap.

DL putus sekolah pada tahun 2017. Ia mengeyam pendidikan sampai kelas 3 SMA. Saat ini, ia mengikuti Kejar Paket C di kawasan Surabaya Utara. DL sekolah setiap hari Senin sampai Rabu, mulai jam 7 pagi sampai jam 11.00 siang.

“Aktivitas DL setelah pulang sekolah hanya di rumah membantu ibunya dan terkadang main sama temannya,” ujar Chandra.

Sepekan terakhir, imbuh Chandra, DL diketahui bekerja ikut tetangganya berjualan di warung kopi lesehan bawah Jembatan Suramadu, dari jam 8 malam sampai jam 3 dinihari. DL mendapat penghasilan dari warung tersebut Rp 50 ribu per hari.

“Waktu kena razia, pukul 01.30, dia masih kerja di warung itu. Setelah di cek ia belum punya KTP., langsung dibawa ke Mako untuk didata dan diberikan arahan,” tandas Chandra.

Menurut keterangannya, DL  mengaku pernah merokok dan minum-minuman keras. “Dia mengaku pernah makai shisha, terakhir kali pada waktu SMP. Dia sudah dua kali diamankan Satpol PP dalam kasus yang sama,” ujar Chandra.

Karena itu, Chandra berharap DL sekarang mulai dibimbing untuk menjadi pelaku usaha. “Buka usaha apa saja. Daripada kerja di warung remang-remang,” pungkasnya. (wh)