Sebelum Sukses, Achmad Zaky Sempat Jualan Mie Ayam

Sebelum Sukses, Achmad Zaky Sempat Jualan Mie Ayam

Achmad Zaky (kanan). foto:ram surahman/enciety.co

Catat! Sukses tak akan hadir secara instan. Beragam kisah sukses orang hebat di muka bumi ini, selalu diwarnai dengan perjuangan keras yang tak kenal lelah. Seperti halnya yang dialami Achmad Zaky, CEO bukalapak.com. Sebelum menjadi miliarder seperti sekarang, founder bukalapak ini sempat jualan mie ayam. Lho?
Achmad Zaky lahir di Sragen, 28 tahun lalu. Sejak kecil, anak mda berkacamata minus ini, memang hobi otak-atik komputer. Lepas dari SMA di Solo, Zaky meneruskan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Informatika. Pertimbangannya waktu iu sederhana, kuliah di ITB yang kesohor itu , lulus, dapat kerja dengan gaji tinggi. Setelah di ITB, Zaky justru alami pergulatan batin terkait dengan cita-cita tersebut. Ini bermula dari ucapan sang rektor kala itu. “Beliau berpesan, Zaky, untuk masuk ke sini, kamu itu menyisihkan ratusan ribu pelamar. Harusnya, kamu ada nilai lebih setelah lulus nanti. Bagaimana bisa memberi manfaat lewat ilmu yang kamu dapat. Ucapan ini, yang membekas dan saya ingat betul,” ungkapnya.

Sembari kuliah, jiwa bisnis pun diasah. Beberapa bisnis kecil mulai dilakukan. Seperti membuka warung Mie Ayam. Kebetulan, cerita Zaky, dirinya suka sekali makan mie ayam ini. Karena tak fokus, usaha ini pun gulung tikar. Lain waktu, Achmad Zaky pernah membuka usaha software warehouse. “Ini juga rugi,” ujarnya.

Lulus kuliah tahun 2009, dia mulai fokus mengerjakan semua proyek pembuatan website yang datang kepadanya. Terutama mengerjakan pesanan dari para alumni ITB. Ini dilakukan untuk menyambung hidup. “Kalau proyek kan jelas ya. Nah hasilnya ditabung buat bikin bukalapak.com,” kata Achmad Zaky.

Kali ini Zaky tidak sendiri. Ia mengawali Bukalapak.com pada tahun 2010 bersama kawannya sejak SMA hingga kuliah. Awal perjalanan , banyak cerita sedih dan tak mengenakkan. Bagaimana, dia harus merayu-rayu pedang di mall untuk membuka lapak di website ini. Tapi semua menolak. Justru, animo tinggi didapat dari kalangan UKM. Ini yang membuatnya bersemangat dan bekerja tak kenal lelah. “Benar-benar perjuangan hebat. Saya bekerja pagi ketemu pagi. Tapi, inilah beautifulnya bila kita menjalankan bisnis dengan hati,” tandas Achmad Zaky.

Seiring perjalan waktu, bisnis bukalapak pun terus membesar. Dari karyawan yang jumlahnya hanya hitungan jari, kini sudah hampir 100 orang. Hingga hari ini, jumlah total transaksi di bukalapak.com mencapai lebih dari Rp 2-3 miliar per hari. Karena pernah merasakan bagaimana menjadi seorang pengusaha kecil menengah, achmad Zaky pun kini menaruh perhatian khusus bagi perkembangan UKM di Indonesia. “Karena UKM itu atau saya menyebutnya small bisnis, akan bertahan saat bisnis besar kacau karena krisis,” ujarnya.

Saat ini, bukalapak menempati peringkat tujuh website di Indonesia. Atau yang nomor satu diantara situs e-commerce yang ada. Prestasi ini, tak membuat Achmad Zaky puas. Targetnya, situs ini terus membesar dan bisa menempati posisi tiga besar. “Karena itu, saya terus mendorong teman-teman untuk terus berjuang tak kenal lelah. Peluang masih terbuka lebar, tinggal seberapa besar kemauan kita untuk memanfaatkannya,” tandasnya. (ram)

Marketing Analysis 2018