Satwa KBS Overpopulasi, Area Kandang Ditambah

 

Satwa KBS Overpopulasi, Area Kandang Ditambah

Pemkot Surabaya akan melakukan dua langkah pembenahan Kebun Binatang Surabaya (KBS). Pertama, pihaknya menerapkan standar internasional pada pengamanan satwa KBS dan kondisi kandangnya. Kedua, penambahan area dikarenakan overpopulasi satwa.

“Lahan KBS saat ini seluas 15 hektar. Namun, lahan seluas itu banyak terpakai gedung-gedung dan kantor, sehingga menjadikannya kurang efektif. Gedung-gedung dan kantor yang tidak efektif itulah yang akan ditata ulang,” ujar Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat jumpa pers di ruang kerjanya, Rabu (22/1/2014).

Karena itu, sambung Risma, langkah perluasan kandang selanjutnya ialah menggunakan lahan parkir yang luasnya dua hektar. “Nanti lahan parkir akan menjadi bagian dari perencanaan perluasan KBS. Sedangkan lokasi parkir bakal dipindah ke sebelah Terminal Joyoboyo,” tandas dia.

Risma mengatakan, perluasan kandang kambing gunung dan harimau merupakan salah satu yang mendesak. Tak ketinggalan kandang baru bagi burung pelikan dan komodo. “Soalnya jumlah dua satwa KBS itu sudah overpopulasi dalam satu kandang,” tuturnya.

Ia mengakui jika sebagian besar kondisi kandang satwa KBS sudah tak layak. Bahkan, kondisi tersebut mempermudah kebiasaan buruk pengunjung yang kerap melempar benda-benda terlarang seperti plastik ke dalam kandang. Agar hal itu tak lagi terjadi, ia berencana mengganti jeruji kandang dengan kaca.

“Kandang komodo itu mau saya pasang kaca supaya orang nggak seenaknya melempar barang-barang atau makanan. Dulu, jerapah sampai mati gara-gara makan plastik karena dilempari,” tegasnya.

Demi berbagai perbaikan serta perluasan lahan tersebut, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran tambahan sekitar Rp 15 miliar. Sebelumnya, DPRD telah menyetujui Rp 51 miliar untuk KBS tahun ini. Semuanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya.(wh)