Sambal Dapoer Toendjoengan Masuk Jaringan Perusahaan F&B Ternama

Sambal Dapoer Toendjoengan Masuk Jaringan Perusahaan F&B Ternama

Mochammad Pascal Reza Pahlevi memamerkan sambal buatannya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Berkah ekonomi diterima Mochammad Pascal Reza Pahlevi. Anggota Pejuang Muda Surabaya ini, sukses menancapkan cakar bisnisnya. Produk sambal buatannya yang dilabeli Dapoer Toendjoengan, kini masuk jaringan Bogajaya Group, perusahaan operator F&B dan ritel di bandara, serta Mitra Patata, salah satu toko oleh-oleh ternama di Indonesia.

“Saya surprise dapat tawaran kerja sama dengan dua perusahaan makanan ternama itu. Peluang ini harus benar-benar saya manfaatkan semaksimal mungkin,” kata Reza ketika dikonfirmasi enciety.co, Selasa (25/9/2018).

Reza sebelumnya bersama pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda ikut East Food Indonesia 2018 di Grand City Mall Surabaya, 26-29 Juli 2018. Di event berkelas internasional itu, sambal Dapoer Toendjoengan laris laris manis terjual. Jutaan rupiah diraup selama empat hari penyelenggaraan event tersebut.

Selang dua minggu setelah acara tersebut, Reza dikontak perwakilan Bogajaya Group. Intinya mereka menawarkan kerja sama usaha. Setelah bernegosiasi, akhirnya disetujui sistem konsinyasi dan repeat order.

“Alhamdulillah, mulai tanggal 20 Agustus 2018 kemarin, kita sudah mengirim barang di dua outlet Bogajaya Group, di Bandara Juanda dan Jalan Genteng. Masing-masing 150 buah produk. Per produk dibandrol mulai harga Rp 45 ribu,” tegas dia.

Sebelumnya, Reza juga telah memenuhi permintaan dari Mitra Patata. Saat ini, sambal Dapoer Toendjoengan telah memasok pesanan 165 produk per dua minggu sekali di dua outlet Mitra Patata, yakni  di Jalan Dharmahusada dan kawasan dekat Bandara Internasional Juanda.

Reza menuturkan, sambal Dapoer Toendjoengan memiliki lima varian rasa, yakni sambal ijo ikan peda, sambal merah ikan peda, sambal bajak ikan asap, sambal bawang udang, dan sambal bawang ikan teri.

“Masing-masing memiliki rasa khas asli resep warisan nenek moyang. Namun yang jadi bestseller adalah menu sambal ijo ikan peda dan sambal bajak ikan asap,” ucap dia, lalu tersenyum.

Selain offline, Reza juga menjual produknya via online. Namun, karena keterbatasan produksi, Reza lebih berkonsentrasi mencukupi permintaan pasar offline.

“Untuk pasar online, alhamdulillah, juga rame. Terakhir, produk saya dipesan seorang kawan yang sekarang menempuh studi di Swedia,” papar dia.

Marketing Analysis 2018