Sabet Penghargaan Lee Kuan Yew, Surabaya (Makin) Mendunia

Sabet Penghargaan Lee Kuan Yew, Surabaya (Makin) Mendunia

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersa ajajara Forpimda ikut arak-arakan keliling Kota Surabaya, Selasa (10/7/2018).foto:humas pemkot surabaya

Oleh karena itu, pagi hari ini Pemkot Surabaya bersama Forpimda mengarak penghargaan yang sangat bergengsi itu. Selain Lee Kuan Yew World City Prize, arak-arakan ini juga memamerkan tiga penghargaan internasional lainnya. “Kami arak beberapa penghargaan, supaya masyarakat juga tahu bahwa kita ini banyak mendapatkan penghargaan tingkat internasional,” ujarnya.

Meskipun sudah mendapatkan penghargaan ini, namun perjuangan Kota Surabaya masih belum selesai. Bahkan, Wali Kota perempuan petama di Kota Surabaya ini juga berharap seperti Kota Medellin yang beberapa tahun lalu meraih special mention, dan terus berkembang hingga akhirnya bisa menjadi juara umum. “Jadi, perjuangan kita belum selesai,” kata dia.

Menurut Wali Kota Risma, pembangunan Kota Surabaya ini tujuan utamanya bukan untuk penghargaan, melainkan kesejahteraan bagi warganya. Namun begitu, kesejahteraan kota itu perlu ada parameternya dan harus terukur dan bisa diukur, sehingga dengan penghargaan ini capaian utama itu bisa terlihat. “Saya juga baru tahu kalau tim juri dari penghargaan Lee Kuan Yew ini ada 26 orang, dan yang datang ke Surabaya hanya 7 orang. Jadi, kalau Surabaya lolos, itu memang karena Surabaya ini dinilai lebih dibanding kota-kota lainnya,” tegasnya.

Selain itu, Kota Surabaya ini sudah sejajar dengan kota-kota besar lainnya. Buktinya, yang mendapatkan Lee Kuan Yew World City Prize kategori Special Mention adalah Hamburg (Jerman), Kazan (Rusia) dan Tokyo (Jepang).

“Terus terang, saya tidak tahu bahwa pesaing penghargaan ini adalah kota-kota nomor satu tingkat dunia. Bahkan, semua yang mendapatkan penghargaan itu adalah ibu kota negara, kecuali Surabaya. Jadi, marilah kita berbangga, meskipun kita bukan ibu kota negara, tapi kita mampu bersaing dengan Tokyo ibu kota Jepang, Hamburg kota tertua di Eropa, dan Kazan kota kaya yang saat ini menjadi tuan rumah piala dunia sepakbola,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lagi-lagi Wali Kota Risma mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama membangun Kota Surabaya. Sebab, perjuangan ini belum selesai, terutama bagi anak-anak Kota Surabaya yang sudah direncanakan akan menempuh pendidikan di Singapura.

“Kalian akan bisa belajar di sana nanti, jadi harus selalu belajar dengan giat supaya sukses dan bisa menempuh pendidikan di sana,” kata dia.

Bahkan, ia juga mengajak warga Kota Surabaya untuk terus berjuang hingga tidak ada lagi warga Surabaya yang ketakutan untuk mencapai pendidikan tertinggi karena tidak ada uang, tidak ada lagi warga yang kelaparan dan kesulitan bekerja. “Mari bekerja keras demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (wh)

Sabet Penghargaan Lee Kuan Yew, Surabaya (Makin) Mendunia