RSUD dr Soetomo Kejar Akreditasi Paripurna

RSUD dr Soetomo Kejar Akreditasi Paripurna

 

Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya terbang ke Jakarta guna memperoleh akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan. Tim yang dibawa untuk menemui tim penilai akreditasi rumah sakit itu ialah bidang administrasi, bidang pelayanan, dan dokter.

Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Dodo Anondo MPH mengatakan, keberangkatan timnya tersebut untuk melengkapi standar indikator. Standar indikator yang harus dipenuhi yaitu pelayanan, manajemen, MDG’S (The Millennium Development Goals), dan keselamatan pasien. 

“Kami optimis, tim dr Soetomo akan berjuang keras dalam melengkapi kekurangan dari standar yang telah ditetapkan oleh tim penilai akreditasi. Kami akan berupaya supaya bisa mendapatkan akreditasi paripurna,” katanya di ruang kerja, Kamis (6/3/2014). 

Menurutnya, RSUD dr Soetomo sebenarnya sudah lama menyandang status akreditasi utama. Bahkan, rumah sakit itu menjadi rujukan utama untuk Kawasan Indonesia Timur.  Namun, Dodo mengaku belum puas dengan akreditasi utama tersebut. Sehingga dalam waktu dekat, ia berharap rumah sakit milik Pemprov Jatim itu akan naik kelas dan menyandang akreditasi paripurna. 

Dodo melanjutkan, akreditasi paripurna rumah sakit tak semata-mata penghargaan yang melekat. Melainkan, lebih kepada bagaimana pelayanan suatu rumah sakit dalam kepada masyarakat atau pasien. 

“Akreditasi ini akan melecut semangat dari seluruh kerja pegawai dan dokter RSUD Dr Soetomo Surabaya dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, usai mendapatkan akreditasi, pihak rumah sakit tak bisa semena-mena dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena, setiap aktivitasnya akan dikontrol oleh tim pengawas akreditasi pusat. Akreditasi ini juga akan berubah setiap tiga tahun sekali. Dengan demikian, rumah sakit seharusnya menjadi lebih semangat agar senantiasa memberikan pelayanan prima. 

“Jika pelayanan yang diberikan RSUD dr Soetomo Surabaya tidak memuaskan, maka akreditasi akan bisa diturunkan kembali ke utama. Ini yang coba kita hindari,” cetusnya. (wh)

 

Marketing Analysis 2018