Ritel Menjamur, Omset Pasar Tradisional Rontok 40 Persen

Ritel Menjamur, Omzet Pasar Tradisional Rontok 40 Persen

Pasar tambakrejo yang kondisinya mengenaskan karena tidak diurus PD Pasar Surya

Ritel Menjamur, Omset Pasar Tradisional Rontok 40 Persen
Pasar Tambakrejo di bawah naungan PD Pasar Surya yang mati suri.

Menjamurnya pasar ritel modern membawa dampak besar terhadap penurunan pendapatan pasar tradisional. Penurunan omset pedagang pasar tradisonal berkisar antara 30 hingga 40 persen.

Seperti yang disampaika Ketua Aliansi Paguyuban Pedagang Pasar Surabaya (AP3S) Andrean Felix, pihak meminta PD Pasar Surya dan juga Pemkot Surabaya lebih teliti dan peka terhadap kondisi seakarang. Menjamurnya ritel modern seperti mini market yang hampir setiap tahunnya bertambah, kerap bermasalah dengan perizinan.

“Bila setiap tahunnya kami mengalami penurunan omzet 30-40 persen, dalam waktu dekat gulung tikar. Bisa saja karena kami kalah modal dan sistem pemasarannya juga sudah modern,” tegasnya. Pihaknya tidak terlalu mempermasalahkan menjamurnya pasar modern di Surabaya.

Justru AP3S berharap pasar modern ini bisa bersinergi. Hal itu dia sampaikan Adrean sesuai dengan Perpres Nomor 112/2007 yang berisi tentang penataan dan pembinaan pasar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern.

Andrean menambahkan banyaknya minimarket yang bermunculan di Surabaya meskipun tidak sedikit yang sudah beroperasi namun belum memiliki izin resmi, yang sedikit demi sedikit mematikan pasar tradisional. Dan untuk itu pihaknya berharap pemkot Surabaya harus teliti dengan perkembangan ritel modern ini.

AP3S mendorong agar pemerintah lebih memerhatikan pasar UMKM agar bisa bersinergi. Selain itu masalah pajak yang dibayar oleh pasar modern cukup besar. Sedangkan untuk pasar tradisional diakui kalah jauh dibanding anggota AP3S.

“Jangan sampai terjebak untuk mengejar pajak daerah tapi mengesampingkan ekonomi lokal. Begitu pula dengan yang tradisional juga harus pandai mencari terobosan, untuk menghadapi era pasar bebas ASEAN 2015,” ujarnya.(wh)

 

Marketing Analysis 2018