Risma Terkesan Kampung Mural Putat Jaya

Risma Terkesan Kampung Mural Putat Jaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi kampung Mural Putat Jaya, Senin (19/12/2016). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Penampilan kampung-kampung di Putat Jaya telah berubah total dengan perubahan yang disuguhkan di kawasan kecamatan Sawahan ini. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang datang ke Putat Jaya VIII mengapresiasi positif dengan perkembangan yang terjadi.

“Ada banyak perubahan positif yang terlihat. Tak hanya warganya yang mulai berdaya dengan usaha ekonomi kreatif. Tampilan kawasan Putat Jaya kini juga berubah jadi lebih indah dengan adanya mural dengan kebersamaan warganya,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat bersama warga mengecat mural, Senin (19/12/2016).

Sejak kawasan yang dulunya identik dengan pusat lokalisasi ini dialihfungsikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada Juni 2014 silam, kini kawasan itu lebih indah. Jalanan berpaving di depan rumah warga, dicat dengan aneka warna. Beberapa tanaman dan bunga juga tumbuh di depan rumah warga. Terbaru, ada lukisan mural yang menghiasi tembok di Putat Jaya Gang VIII tersebut. “Wes apik yo saiki,” ujar Wali Kota wanita pertama di kota Pahlawan itu.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini, kawasan Putat Jaya kini telah berubah menjadi lebih indah. Bahkan, menurutnya, perubahannya sangat cepat. Selain di Putat Jaya Gang VIII, Pemkot sebelumnya juga mengubah wajah di gang yang terkenal dengan bangunan eks Wisma Barbara yang dulunya merupakan wisma terbesar di sana.

“Harapannya warga di sini memiliki nuansa baru. Saya tahu persis perkembangan di sini. Dulu ndak begini. Ini nuansa nya sudah baru,” ujar Risma yang dulunya menjabat sebagai kepala dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Surabaya tersebut.

Marketing Analysis 2018