Risma Tanggapi Perizinan Proyek yang Bikin Raya Gubeng Ambles

Risma Tanggapi Perizinan Proyek yang Bikin Raya Gubeng Ambles

Wali Kota Risma meninjau persiapan uji coba Jalan Raya Gubeng.foto:arya wiraraja/enciety.co

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merespons masalah perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin lain terkait pembangunan basement RS Siloam yang membuat Jalan Raya Gubeng ambles.

Menurut dia, kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hanya sebatas memberikan izin. Untuk urusan pengawasan Risma menyebut hal itu bukan menjadi kewenangan dari pihaknya.

“Kalau izin ya, izin saja. Memang begitu, kita tidak punya kewenangan untuk mengawasi. Kalau kita ikut masalah kewenangan mengawasi nanti kita dikiro golek duit (dikira cari uang, red). Mulai pusat sampai daerah memang aturannya seperti itu. Nah, kita gak bisa melanggar,” ujar Wali Kota Risma ditemui saat meninjau perbaikan (recovery( Jalan Raya Gubeng.

Kata Risma, untuk masalah pengurusan perizinan AMDAL, IMB dan lain sebagainya, pihaknya telah menjalankan prosedur yang sesuai aturan yang berlaku.

“Makanya saat ngurus AMDAL dan IMB itu kita sudah buat surat perjanjian di atas materai yang sesuai dengan aturan hukum,” tegas wali kota yang sarat prestasi dunia itu.

Ditegaskan Risma, jika Pemkot Surabaya memiliki kewenangan untuk mengawasi pembangunan proyek, secara otomatis pembangunan di seluruh kota dapat lebih teratur.

“Kita itu tidak punya alat untuk mengawasi. Coba bayangkan berapa banyak proyek pembangunan yang ada di seluruh Surabaya. Jika ada tupoksi seperti itu, maka seluruh Indonesia pasti ada. Nah, kalau kita ngurusi itu balik lagi, nanti kita di kira cari uang,” tadas wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Sebelumnya, Manajemen Rumah Sakit (RS) Siloam menyebut, amblesnya Jalan Raya Gubeng merupakan tanggung jawab PT Saputra Karya, pemilik gedung yang akan disewanya.

“Kami memang mau menyewa gedung itu untuk mengoperasionalkan rumah sakit. Kalau gedung itu selesai, ya, kami masuk,” ungkap General Affair Manager RS Siloam Surabaya Budijanto Surjowinoto saat mengikuti rapat dengar pendapat di ruang Komisi C DPRD Surabaya, Jumat (21/12/2018) lalu.

Sementara, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menegaskan amblesnya Jalan Raya Gubeng disebabkan karena masalah teknis. Hal itu mengarah pada kekeliruan dalam perencanaan dan AMDAL, serta pelaksanannya. Polisi akan terus mengupayakan secara cepat dalam menyelesaikan kasus ini.

“Proses penyidikan juga kami gas terus untuk segera bisa menentukan bahwa di awal kami sudah menentukan ini masalah teknis, berarti kalau udah masalah teknis berarti ada kekeliruan baik itu di dalam perencanaan, AMDAL dan pelaksanannya,” tegasnya.(wh) 

Marketing Analysis 2018