Risma Tak Mau Sentuh Brankas KBS

 

Risma Tak Mau Sentuh Brankas KBS

 

Brankas misterius di Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi salah satu item yang disebutkan hasil audit oleh Universitas Airlangga. Kotak penyimpanan yang digembok tiga tersebut diduga berisi uang bernilai miliaran rupiah.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, sudah melaporkan temuan itu kepada KPK. Sehingga, sembari KPK mempelajari status uang di dalamnya, ia tak mau gegabah mengambil keputusan.

“Hasil audit dari Unair (Universitas Airlangga) menemukan ada brankas KBS yang digembok tiga. Mereka bilang, saya tidak berhak membuka,” ujarnya.

Pihaknya kini pun kebingungan. Pasalnya, jika dititipkan ke pengadilan, ia khawatir uang di dalamnya tak akan laku pada beberapa tahun berikutnya.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyarankan dirinya menggunakan uang itu untuk kepentingan KBS. Tetapi ia tak mau terburu-buru. Ia lebih memilih mengikuti saran Unair untuk menyelidiki dari sisi hukum temuan tersebut. “Karena apapun isi yang ada di situ (brankas, Red) tidak mungkin orang rela diambil begitu saja seperti statusnya orang menyumbang,” tukasnya. Risma mengantisipasi, bila uang dalam brankas KBS misterius itu ada yang berupa hasil retribusi.

Di sisi lain, tim audit Unair menyatakan bahwa kekayaan KBS tak hanya berada dalam brankas KBS. KBS ditengarai menyimpan hartanya pada sejumlah bank dan aset bernilai miliaran rupiah. “Teman-teman KBS punya catatan asetnya, tapi tidak punya buktinya. Ini kan jadi repot,” katanya.

Risma lantas memilih menggelontorkan dana tambahan sebesar Rp 15 miliar untuk KBS. “Kami enggak mau utak-atik uang yang ada di KBS, biar enggak kena salah lagi. Kalau sudah jelas seluruhnya, baru nanti kami pertimbangkan,” tuturnya.(wh)

Marketing Analysis 2018