Risma Pakai Sepatu dari Perajin Eks Lokalisasi Dolly saat Pelantikan

Risma Pakai Sepatu dari Perajin Eks Lokalisasi Dolly saat Pelantikan
Tri Rismaharini dan Wisnu Sakti Buana saat memberikan keterangan pers di Surabaya, Minggu (14/2/2016). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Wali Kota terpilih kota Surabaya periode 2016-2021, Tri Rismaharini, sudah telah mempersiapkan diri agar diambil sumpahnya untuk mengabdi di Surabaya. Bahkan, dia  juga telah memesan sepatu putih hasil perajin eks lokalisasi Dolly untuk dikenakan saat pelantikan pada 17 Februari nanti.

“Hasil sepatu bikinan warga (eks lokalisasi Dlly, red) bagus, lho,” tukas Risma saat memberikan keterangan pers di Surabaya, Minggu (14/2/2016). Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana juga akan menegenakan sepatu dari produksi yang sama

Sepatu yang dipakai Risma dan Whisnu buatan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mampu Jaya. Koordinator KUB Mampu Jaya Atik Triningsih kepada wartawan mengaku terkejut dan takut saat menerima pesanan sepatu yang akan dipakai Risma-Whisnu untuk pelantikan. “Selain bangga ya juga agak takut. Karena digunakan Bu Risma dan Pak Whisnu,” kata Atik.

Pemesanan itu, kata Atik, didapatkan setelah Camat Wonokromo mendapat telepon dari Kabag Umum dan Protokoler Kota Surabaya, Wiwik Widiyanti agar KUB Mampu Jaya membuatkan sepatu buat Risma-Whisnu yang dipakai untuk pelantikan.

Atik sendiri mengaku sempat kesulitan dalam mencari bahan kulit putih yang menjadi bahan utama pembuatan sepatu Risma. “Sempat frustasi mencari bahannya karena tidak umum. Berbeda dengan kulit hitam. Tapi alhamdulillah semua bahan sudah dapat dan sekarang dalam proses pembuatan,” ujarnya.

Model sepatu yang akan dipakai Risma, lanjut Atik, yakni model fantofel tanpa motif maupun aksesoris. “Polos putih dan menggunakan hak 3 cm dengan ukuran sepatu 38. Sama seperti sepatu Bu Risma, sepatu Whisnu juga akan polos putih tanpa aksesoris dengan ukuran 45,” tambah Atik yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang kredit baju ke para wanita penghuni wisma di Dolly.

Ibu tiga anak ini sendiri mendapat ketrampilan membuat sepatu setelah Pemkot Surabaya mengirimnya ke BPPI (Balai Pengembangan Persatuan Indonesia) Tanggulain, mengikuti pelatihan pembuatan sepatu kulit selama sebulan.

Camat Sawahan M Yunus membenarkan pemesanan sepatu untuk wali kota dan wakil wali kota pada kelompok usaha warga terdampak alih fungsi Lokalisasi Dolly.

“Ini bukti bahwa warga sudah bangkit dan mampu membuktikan hasil karyanya,” ujarnya.

Menurut Yunus, sepatu kulit buatan KUB Mampu Jaya sebenarnya sekitar 1 tahun terakhir menjadi langganan dan dikenakan pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya. Di antaranya Pj Wali Kota Surabaya Nurwiyatno, Sekkota Hendro Gunawan. Bahkan Kepala Satpol PP pernah memesan 20 pasang untuk digunakan sendiri.

Saat ini, terang Yunus, KUB yang sudah mempunyai omzet sekitar Rp 10 juta per bulan masih melayani by order atau belum dipasarkan secara luas di toko sepatu. “Ke depan akan terus kita poles dan kami yakin kualitas sepatu buatan warga eks Lokalisasi Dolly bisa bersaing,” tuturnya.