Risma Minta UMKM Surabaya Fokus Garap Pasar Dalam Negeri

Risma Minta UMKM Surabaya Fokus Garap Pasar Dalam Negeri

Agnes Swetta Pandia, Dedi Kurnia Sunarno, Tri Rismaharini, Elvira Lianita, dan Ferry (perajin batik). foto: arya wiraraja/enciety.co

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta para usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda fokus menggarap pasar dalam negeri karena potensinya sangat besar.

“Pasar kita ini besar sekali. Justru kalau orientasinya keluar, saya khawatir pasar yang besar ini diambil dari luar,” tandas Wali Kota Risma, saat menjadi pembicara di acara “Bincang Kompas tentang Tanggung Jawab Swasta dalam Mengakselerasi UMKM” di Hotel Kampi Surabaya, Jumat, (15/3/2019).

Dalam acara yang dipandus Agnes Swetta Pandia itu, juga menghadirkan Direktur Hubungan Eksternal PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita, Dedi Kurnia Sunarno (owner Denil Pudding), dan Ferry (perajin batik).

Wali Kota Risma menjelaskan, pendapatan yang diperoleh ketika menggarap pasar luar negeri memang cukup tinggi. Namun hal itu sangat rentan.

“Enak memang dapat dolar. Apalagi ada perbedaan kurs tinggi. Tapi, ini sangat rentan sekali. Kena ombak sedikit saja berat. Kita memang orientasinya ke dalam negeri dulu, orang luar saja lirik kita,” ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Dia lantas bercerita, di luar negeri untuk satu wilayah kota penduduknya tidak sebesar Kota Surabaya yang sebanyak 3,3 juta. Rata-rata populasinya di bawah 1 juta orang.

“Kalau saya bertemu dengan para wali kota dari seluruh dunia, mereka itu sebenarnya sangat tertarik dengan kekuatan pasar kita yang besar ini. Nah, kenapa tidak kita maksimalkan potensi kita yang besar ini,” tegas dia.

Kata Risma, sampai saat ini yang menjadi kendala terbesar pelaku usaha adalah manajemen keuangan. Terutama mereka yang masih merintis. Banyak  diantara mereka yang berjualan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi pelaku usaha ini jika sakit, usahanya pasti terancam. Karena, mereka pemasukan berjualan itu cukup untuk diputar jadi modal dan untungnya untuk makan. Nah, kalau sakit pasti rutinitas itu bakal terganggu dan mereka tidak bisa apa-apa,” tegasnya.

Menurut Wali Kota Risma, yang paling penting bagi pelaku UMKM saat ini adalah kualitas produk dengan harga diharapkan bisa sesuai. Artinya, kalau harganya rendah dan kualitasnya jelek, itu akan sangat sulit bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.

“Tapi, kalau kita dapat harga tinggi dengan kualitas bagus, mereka bisa saving. Sebenarnya itu permainanya. Jadi bukan mesti harus ekspor karena potensi kita luar biasa. Justru jangan sampai potensi yang besar ini diambil oleh orang lain,” papar dia.

Wali Kota Risma juga menambahkan, saat ini kebutuhan pasar dalam negeri sudah mulai tercukupi. Terbukti dengan eksisnya pelaku UMKM itu ditambah dukungan berbagai perusahaan yang ikut support dalam setiap acara Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

Ia juga memastikan bahwa para perusahaan itu selalu mendukung setiap acara Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda karena program pemkot ini benar-benar ada dan dilatih serta nyata hasilnya. Bahkan, program ini juga murni untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan masyarakat serta mengurangi kemiskinan di Kota Surabaya. “Jadi, tidak sekadar seremonial saja, melainkan ini benar-benar riil,” tegasnya.

Risma Minta UMKM Surabaya Fokus Garap Pasar Dalam Negeri

Wali Kota Risma menambahkan, beberapa perusahan besar yang sangat mendukung program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda adalah PT HM Sampoerna Tbk, Carrefour, Telkom, Facebook, Transmart, Bank Mega, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta beberapa perusahaan lainnya.

“Karena itu bukan pencitraan dan bukan hanya seremonial, maka akhirnya banyak yang tertarik dan bergabung untuk membesarkan UMKM Surabaya,” pungkasnya. (wh)