Rintis Bisnis Properti dari Jualan Telur

Rintis Bisnis Properti dari Jualan Telur

Rendra Bagas Prakoso owner PT Hasanah Utama Mulya Investama, foto: arya wiraraja/enciety.co

Senyum mengembang di bibir Rendra Bagas Prakoso. Pria 31tahun yang juga owner PT Hasanah Utama Mulya Investama, perusahaan yang bergerak di bidang bisnis properti di Surabaya, itu benar-benar menikmati hasil jerih payahnya merintis usaha properti. Kini, ia pun tampil sebagai entrepreneur muda yang sukses.

Rendra memulai usaha pada tahun 2007. Kala itu ia baru lulus S1 di Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga Surabaya. Kali pertama bisnis yang digeluti di bidang ritel.

“Ketika awal lulus kuliah, saya jualan telur ayam, sayur-sayuran dan berbagai kebutuhan pokok lain. Perputaran uangnya saya anggap paling cepat. Selain itu, saya juga ingin ilmu yang saya pelajari semasa kuliah bermanfaat,” ujar dia kepada enciety.co, Jumat (10/2/2017).

Rendra mengaku, modal usaha yang dia gunakan dari uang saku yang dikumpulkan semasa kuliah. “Waktu itu, saldo tabungan saya ada Rp 2,8 juta. Sekitar Rp 800 ribu yang saya pakai buat modal kulakan telur ayam dan sayur-sayuran,” kata Rendra mengenang.

Rendra membeli telur dan sayur-sayuran dari Blitar dan sekitarnya. Ia lalu menjualnya di beberapa pasar tradisional di Surabaya, di antaranya di

Pasar Keputran, Pasar Wonokromo, dan lainnya. Barang-barang itu diangkut dengan kendaraan milik pamannya. “Saya pinjam mobil paman buat jualan,” ucapnya, lalu tersenyum.

Kurang lebih lima tahun Rendra melakoni usaha itu. Sedikit demi sedikit ia sisihkan uang dari laba jualan telur ayam dan sayur-sayuran. Sisanya ia putar lagi untuk kulakan. Begitu seterusnya.

“Sebenarnya saya kumpul-kumpul uang buat menikah. Namun, setelah saya pikir-pikir lagi, lebih baik uang simpanan itu saya pakai untuk memulai usaha yang lebih besar di bidang properti,” aku Rendra.

Kala itu, tabungan Rendra ada Rp 60 juta. Tentu tidak besar untuk memulai memulai usaha properti. Tapi bisnis harus dimulai. Harus ada kemauan dan keberanian. “Waktu itu, saya sempat ragu dengan modal sangat terbatas,” bahasnya.

Marketing Analysis 2018