Respek Kepemimpinan Risma, Mahasiswa Unibraw Belajar ke Surabaya

 

Respek Kepemimpinan Risma, Mahasiswa Unibraw Belajar ke Surabaya

Penerapan good governance di Surabaya ternyata mengundang perhatian tak hanya kalangan birokrat, namun juga kalangan akademisi. Karena mengagumi kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, 400 mahasiswa Universitas Brawijaya jurusan Ilmu Pemerintahan menjadikan Kota Pahlawan sebagai subjek praktikum lapangannya.

“Ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin kami jalankan. Kali ini ada empat angkatan mulai dari 2010-2013 yang hadir. Surabaya jadi tujuan kami karena kepemimpinan bu Risma. Sayang sekali karena kesibukannya beliau tidak bisa hadir,” kata Aswin Ariyanto Azis, Ketua Progdi Ilmu Pemerintahan, FISIP, Unibraw di Graha Sawunggaling, Rabu (4/6/2014).

Rombongan diterima Asisten IV Sekkota (bidang kesejahteraan rakyat) Eko Haryanto, Kepala Bappeko Agus Imam Sonhaji dan Kepala Diskominfo Antiek Sugiharti.

Menurut Aswin, Surabaya memang dikenal akan inovasi-inovasi pemerintahannya. Misalnya, government resources management system (GRMS) atau sistem informasi manajemen sumber daya pemerintahan. Sejak 2003, Kota Surabaya telah menerapkan GRMS dalam setiap langkah manajemen perkotaan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi program-program pembangunan, semuanya berbasis sistem informasi. Dengan demikian, anggaran pelaksanaan pembangunan terbukti lebih efisien.

“Hal itu sejalan dengan tujuan kami datang ke sini yakni guna mempelajari terobosan-terobosan yang dilakukan pemerintah daerah di masing-masing kota/kabupaten,” imbuh pria asal Makassar ini.

Di samping itu, Aswin mengatakan pihaknya tertarik mempelajari lebih dalam tentang bagaimana Pemkot Surabaya meningkatkan partisipasi publik. Sebab, berhasil tidaknya pembangunan suatu kota, menurut dia sangat bergantung pada unsur tersebut. Dia berharap, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat melihat secara langsung implementasi birokrasinya. “Jadi kami tidak ingin semata-mata hanya belajar teori saja,” ungkapnya.

Usai acara seremonial di Graha Sawunggaling, rombongan dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok menuju beberapa kantor SKPD atau unit kerja sesuai mata kuliah yang diambil.

Asisten IV Sekkota (bidang kesejahteraan rakyat) Eko Haryanto mengatakan, perubahan pesat yang terjadi di Surabaya tak bisa dipungkiri mengundang instansi/pemerintah daerah lain datang guna melakukan studi banding. Kendati demikian, perubahan tersebut membutuhkan proses dan kerja keras panjang. “Apa yang dicapai Surabaya saat ini prosesnya tidak semudah membalikkan telapak tangan,” kata Eko kepada para mahasiswa.

Kuncinya terletak pada pemerintah kota yang memahami apa yang diinginkan warganya. “Setelah itu segera mengagendakan langkah-langkah kebijakan yang kemudian dituangkan dalam perencanaan kota,” ujar Eko. Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, proses pembangunan tidak berhenti pada perencanaan saja, melainkan harus dilanjutkan dengan pelaksanaan yang konsisten. (wh)