Resign setelah Kerja 5 Tahun, Perempuan Ini Sukses Bisnis Kue Kering

Resign setelah Kerja 5 Tahun, Perempuan Ini Sukses Bisnis Kue Kering

Teks: Mariyana Fitria sukses meraup jutaan rupiah dan meraih berbagai penghargaan dari jualan kue kering. foto: arya wiraraja/enciety.co

Mariyana Fitria pantas berbangga. Keputusan meninggalkan rutinitas kerja yang menyita waktu kini terbayar sudah. Ini setelah perempuan berjilbab ini mampu meraup jutaan rupiah dari bisnis kue kering.

Awalnya, alumnus D3 STP Satya Widya Surabaya tahun 1995, Fitria mengaku bercita-cita di sebuah perusahaan dengan gaji besar. Tahun kedua sebelum menyelesaikan kuliahnya, lamarannya bekerja di House Design Grafis yang berkantor di Jalan Ampel, Surabaya, dikabulkan.

“Saya belajar desain grafis secara otodidak. Berkat tanya sana-sini dengan kawan-kawan, alhamdulillah saya bisa dan diberi satu tempat untuk menjadi desainer di sana,” ucap Fitria saat ditemui enciety.co di rumah produksinya di Jalan Purwodadi 1/67, Surabaya, pekan lalu.

Fitria bercerita, di tempat kerjanya itu customer yang datang kebanyakan pelaku usaha tekstil. Di antaranya pengusaha baju koko, sarung, dan kerudung.

“Mereka ingin dibuatkan kemasan dan desain logo untuk produk tekstil. Awalnya saya kesulitan untuk memenuhi pesanana mereka, namun berkat bantuan kawan-kawan banyak di antara mereka yang puas dengan desain kemasan saya,” ujar ibu tiga anak kelahiran 6 Juli 1973, ini.

Pekerjaan sebagai desainer benar-benar menyita waktu Fitria. Ia bekerja tak kenal waktu. Bahkan, tak jarang dia menghabiskan berjam-jam hingga dinihari di depan laptop. Tidur dan makannya pun tak teratur. Saking seringnya melekan, dia juga sering mengonsumsi minuman berenergi.

“Ya, biar meleknya kuat. Habis gitu ngemilnya juga gak bisa di rem,” ungkap Firia, lalu tersenyum.

Pola hidup tak sehat itu pada giliranya membuat kesehatan Fitria terganggu.

Lima tahun bekerja di perusahaan tersebut, ia jatuh sakit. Hasil diagnosa media ginjalnya mengalami pembengkakan. Fitria harus ‘ngamar’ di rumah sakit beberapa hari. Ia diwajibkan berobat teratur. Dokter yang menangani melarang dia beraktivitas dalam kurun beberapa bulan untuk pemulihan kesehatannya.

“Saat itu saya sangat syok. Waktu itu karir saya lagi moncer-mocernya,” ungkap dia.

Fitria pun gamang. Di satu sisi, ia sangat mencintai pekerjaannya. Di sisi lain ia harus realistis dengan kondisi kesehatannya. Setelah berdiskusi panjang dengan suaminya, Adnan Oesman, Fitria mantap mengambil keputusan resign dari perusahaan tersebut. “Pilihan berat itu harus saya ambil,” cetusnya. (bersambung ke halaman 2)