Resign, Andri Absari Raup Jutaan Rupiah Jualan Nasi Bakar dan Salad

Resign, Andri Absari Raup Jutaan Rupiah Jualan Nasi Bakar dan Salad

Andri Absari memilih resign dari perusahaan dan melakoni bisnis. foto: arya wiraraja/enciety.co

Keluar dari zona nyaman berpeluang menjadikan seseorang lebih berkembang dan meraih kesuksesan. Hal ini yang melatarbelakangi Andri Absari  mengembangkan usahanya.

Sari, begitu ia karib disapa, lahir di Kota Surabaya, Juli 1980. Lulusan Foreign Business Language (FBL) Universitas Surabaya (Ubaya) 2003 ini, bekerja di CV Nosredna, perusahaan distributor salon di Surabaya. Setelah 16 tahun mengabdi, Sari memutuskan resign. Alasannya, ia ingin berwirausaha.

“Setiap hari, kurang lebih sembilan jam saya bekerja. Belum ditambah jam lembur. Di perusahaan itu saya merasa banyak waktu saya terbuang. Padahal, dengan waktu yang saya miliki itu, saya bisa mendapat lebih banyak pemasukan di luar,” tutur Sari.

Sari memutuskan berwirausaha setelah diajak temannya ikut acara Kampung Ramadan yang diadakan Pemerintah Kota Surabaya, akhir tahun 2012. Saat itu, ia mengaku tidak percaya diri. Pasalnya, ia tidak punya produk unggulan.

“Saya hanya jual produk seadanya, nasi kuning dan es kelapa muda,” ungkap perempuan dua orang anak ini.

Awal berjualan, hasilnya kurang maksimal. Namun dari situ pola pikir Sari mulai berubah. Selepas ikut acara tersebut, Sari mulai menimba ilmu untuk meningkatkan kemampuan bisnisnya. Pilihannya jatuh pada nasi bakar dan salad.

Dia mengaku, resep nasi bakar yang saat ini produk andalannya itu diperoleh dari sang ibu. Untuk racikan salad, ia dapat dari seorang kawan berjualan menu salad sejak lama.

Untuk belajar nasi bakar dia membutuhkan waktu berminggu-minggu agar mendapatkan komposisi bahan dan bumbu yang pas. Lalu untuk menu salad dia musti mencoba puluhan kali agar menemukan komposisi bahan yang sesuai.

“Tepat sekitar tahun 2013, saya memberanikan diri berjualan. Saya kerja di kantor sambil jualan di rumah,” terang istri Danu Ismartoyo ini.

Setelah yakin dengan resep nasi bakar dan salad, pada 2013, Sari memberanikan diri menerima pesanan. Keseriusan Sari juga diwujudkan dengan mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan membuat berbagai akun bisnis di di Facebook bernama Kedai Bunda.

Salad yang diproduksi dibandrol Rp 15 ribu untuk 1 kemasan kecil. Untuk kemasan besar dibandrol Rp 150 ribu per cup. Sedangkan untuk nasi bakar original dijual seharga Rp 15 ribu per porsi. Untuk nasi bakar sehat dijual Rp 35 ribu per porsi.

Semua jerih payah yang dilakukan Sari mulai terbayar. Tepat tahun 2015, ia mendapatkan penawaran menjual salad di Supermaket Bilka Surabaya. “Alhamdulillah, apa yang saya lakukan ini membuahkan hasil. Terutama bagi keluarga. Saya dapat membantu suami mencukupi kebutuhan sehari-hari,” tutur dia.

Seiring banyaknya pesanan membuat Sari sulit membagi waktu antara pekerjaan di kantor, berbisnis, dan mengurus keluarga. Karena itu, pada tahun 2016, Sari memutuskan keluar dari tempat ia bekerja.

“Pertimbangan utama saya adalah keluarga. Terutama anak-anak yang masih kecil-kecil. Jika saya bisa fokus berwirausaha dan bekerja di rumah, saya pasti memiliki banyak waktu keluarga saya,” ucap Sari.