Ratusan Vloger Sisir Bangunan Cagar Budaya Kapasan

Ratusan Vloger Sisir Bangunan Cagar Budaya Kapasan

foto:ist

Sedikitnya 150 vloger dari Surabaya dan sekitarnya menyisir kawasan Kapasan Surabaya, Minggu (31/3/2019) pagi. Mereka mendokumentasikan sejumlah bangunan cagar budaya (heritage) yang berada di situs Pecinan di Kota Pahlawan itu.

Kegiatan ini digelar komunitas #Gerakan Suroboyo Mbois. “Ini yang kedua. Yang pertama, dua pekan lalu, kita ajak mereka melihat dari dekat sekaligus mempejari sejarah Makam Belanda Peneleh,” kata Wali Kota Suroboyo Mbois Kurcarsono Prasetyo.

Kuncar menuturkan, #Gerakan Suroboyo Mbois ini berupaya untuk memotret dinamika yang terjadi di Surabaya. Khususnya terkait dengan warisan sejarah. Pasalnya, Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan menyimpan banyak kisah dan cerita yang layak dipublikasikan.

“Jika dulu lebih banyak ditulis, sekarang kami mencoba melakukan pendekatan lebih kekinian. Lebih milenial. Kami mengajak para vloger atau Youtuber,” papar owner Sawoong ini.

Kegiatan bertajuk “Kapasan Explorek” ini dimulai dari titik kumpul di SMA Muhammadiyah 1 Kapasan. Setelah mendapat briefing singkat, mereka kemudian berjalan kaki ke tempat-tempat yang sudah ditentutan. Yakni, punden keramat, rumah Lem Koen Neo, Markas Polisi Seksi 5, Lapangan Kungfu, eks dapur umum 1945, gapura berusia satu abad, dan Klenteng Boen Bio.

Para peserta sangat menikmati napak tilas ini. Mereka mengaku senang karena bisa belajar sekarah asli yang diceritakan orang-orang yang berkompeten.

“Saya sudah lama ingin ikut acara seperti ini. Sekarang baru keturutan (terpenuhi, red),” ujar Nanang Sutrisno, mantan anggota DPRD Surabaya ini.

Seperti di Klenteng Boen Bio. Nanang mengaku baru tahu kalau tempat ini dulu menjadi pusat pergerakan indonesia merdeka dari etnis Tionghoa. Klenteng yang didirikan tahun 1907 itu juga menjadi benteng terakhir umat Khonghucu di Asia.

“Tempatnya sangat eksotik dan bersejarah. Saya baru tahu kalau aktivitas budaya di sini juga cukup banyak,” pungkasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018