Putat Jaya Wakili Surabaya di Lomba Kampung Bersih

Putat Jaya Wakili Surabaya di Lomba Kampung Bersih

Bersih-bersih kampung Putat Jaya, Kamis (18/5/2017). foto:humas pemkot surabaya

Mewakili kota Pahlawan di dalam lomba kebersihan kampung tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan dinilai pada 22 Mei mendatang, warga lingkungan RW 03 Kelurahan Putat Jaya bersama jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya membersihkan dinding tembok dan melakukan pembersihan kampung, Kamis (18/5/2017).

Nantinya dalam lomba kebersihan tersebut, Surabaya akan bersaing dengan tiga kota besar yang ada di Jawa Timur antara lain Kediri, Ponorogo dan Malang.

Camat Sawahan M Yunus mengatakan alasan terpilihnya kampung Putat Jaya mewakili Surabaya untuk lomba kebersihan tingkat provinsi karena sebelumnya di kampung tersebut memperoleh juara 1 tingkat kota.

“Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya dan warga ingin bersama-sama mengubah kampung Putat Jaya yang dulunya terkenal dengan kawasan eks lokalisasi Dolly kini menjadi kampung wisata dan kampung warna-warni (lewat mural),” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Putat Jaya ingin memberi tema di setiap kampung, sehingga ada daya tarik dari warga Surabaya maupun luar kota untuk berkunjung. Kalau sudah berkunjung akan membawa dampak positif bagi warga sekitar yakni peningkatan ekonomi.

“Ini tentu yang diharapkan agar perekonomian warga tetap meningkat walau keberadaan lokalisasi sudah hilang diganti dengan banyaknya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tumbuh disini,” ujarnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Karno menuturkan, beberapa persiapan lain yang tengah dilakukan oleh warga Putat Jaya seperti, urusan administrasi, pembenahan dan peningkatan fasilitas bagi pelaku UMKM, PAUD dan poskamling.

“Mengingat jadwal penjurian lomba tinggal hitungan hari lagi, maka kami mengajak seluruh warga untuk bergotong royong mengebut pengerjaan ini agar cepat selesai,” kata Karno

Selain itu pihaknya akan memfokuskan pengerjaan di beberapa kampung yang bakal dijadikan penilaian utama oleh tim juri seperti kawasan Putat Jaya gang 2A, 3A, 4A dan 8B.

“Alasannya, di kampung-kampung tersebut terdapat pelaku UMKM telor asin, kurumi (rumput laut), Samijali, kerajinan batik dan sablon. Ini sebagai ajang pembuktian terhadap tim juri bahwa pelaku UMKM bisa hidup mandiri lewat usahanya sendiri,” jelas lelaki berusia 52 tahun tersebut. (wh)

Marketing Analysis 2018