PT KAI Perlu Survei Jalur Perintis

PT KAI Perlu Survei Jalur Perintis

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daops) 8 tidak gegabah menyiapkan sarana dan prasaran untuk rute perintis tahun ini. Karenanya, PT KAI Daops 8 perlu melakukan survei terhadap kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi.

Manager Humas PT KAI Daops8 Sri Winarto mengungkapkan, survei ini untuk mengetahui  apa saja kebutuhan yang harus dikeluarkan untuk melayani masyarakat.

“Survei ini tidak hanya untuk mengetahui kebutuhan penumpang saja. Tetapi juga sangat erat kaitannya dengan operasional perusahaan. Operasional perusahaan bisa menyangkut masalah rute, kebutuhan lokomotif, dan kereta penumpangnya,” kata Sri Winarto, Senin (20/1/2014).

Rencannya, survei akan dilakukan secepatnya untuk rute baru Sidoarjo-Tulangan-Tarik-Mojokerto. Rute ini dijadwalkan beroperasi tahun ini. Seperti dijanjikan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan belum lama ini.

Menurut Sri Winarto, rute ini diharapkan bisa menjadi perintis untuk memecah kepadatan penumpang dari moda transportasi lainnya. Juga untuk mengakomodir kebutuhan transportasi daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, rute perintis ini juga mendapat subsidi dari pemerintah.

“Berkaitan dengan rute baru ini, justru yang sulit itu penentuan relasi (perjalanan). Berapa kali relasi dalam satu hari. Demikian juga dengan jumlah kereta yang ditarik agar investasi kita tidak sia-sia. Meskipun pada prinsipnya kereta ini mendapat subsidi,” urainya.

Sri Winarto menambahkan, dalam menjalankan survei ini perlu keterlibatan pemerintah setempat. Dalam hal ini Pemkab Sidoarjo dan Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim untuk menentukan rute. Dari dua unsur pemerintahan ini sangat penting karena berkaitan sarana angkutan penumpang.

Sebelumnya diwacanakan rute perintis ini untuk menampung masyarakat Sidoarjo-Tarik-Tulangan-Mojokerto. Tetapi ada usulan hingga Wonokromo (Surabaya). “Bisa saja. Misalnya untuk kebutuhan parkir kereta, perawatan, dan bisa juga untuk menampung penumpang,” tutupnya. (wh)

Marketing Analysis 2018