Promosi ke LN, Siswa SHS Diajari Racik Menu Tradisional

Promosi ke LN, Siswa SHS Diajari Racik Menu Tradisional
Direktur Surabaya Hotel School (SHS) Bagus Soepomo. foto: arya wiraraja/enciety.co

Makanan adalah bagian dari budaya yang harus dilestarikan. Dengan membuat dan memakan makan tradisional, secara tidak langsung kita telah melestarikan budaya tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur Surabaya Hotel School (SHS) Bagus Soepomo, saat ditemui enciety.co di kantornya, Jalan Joyoboyo 10, Surabaya, Kamis (17/9/2015).

sayur-bening-shs  urap-urap-shs

“Kita mengajarkan menu asing untuk dapat bekerja di luar negeri. Sebaliknya, mereka juga wajib menguasai menu-menu makanan tradisional khas Indonesia. Ini juga merupakan salah satu kriteria penilaian kepada para siswa,” ucapnya.

Kata Bagus, saban hari para siswa SHS dilatih teori dan praktik pembuatan menu unggulan Indonesia. “Contohnya rendang, gado-gado, rujak cingur, sayur asam dan lain sebagainya,” terangnya.

dawet-ayu-warna-warni-shsIa menambahkan, jika menu khas Indonesia karya siswa SHS telah dimodifikasi dari segi penampilan. “Dari segi penampilan, kami menambahkan beberapa toping dan mengubah tatanan menu tersebut sehingga dapat menggugah selera. Contohnya rujak cingur ini, telah ditambahkan rumput laut yang dijadikan toping. Ketika dimakan rasa rumput laut tersebut menyatu dengan rasa asli bumbu rujaknya,” ulasnya.

Memang untuk urusan rasa, dia mengatakan jika para siswa dituntut tidak mengubah rasa asli dari masakan khas tersebut. “Setelah tampilan kami benahi, untuk rasa makanan, kami tetap jaga, sehingga diberi campuran apapun rasa aslinya tidak terpengaruh, bahkan bisa jadi tambah lezat,” paparnya.

Dia juga berpesan agar para siswa yang nantinya lulus dapat terus mengembangkan beberapa menu tradisional yang telah diajarkan.

“Jadi tujuan kami adalah, ketika para siswa nanti telah bekerja di luar negeri, kami berharap dengan menguasai menu tradisional khas Indonesia. Mereka dapat mempromosikan budaya kita di level dunia, jadi garis besarnya adalah from lokal to global, “tandasnya. (wh)

Marketing Analysis 2018