Program Akses Air Bersih Sampoerna dapat Penghargaan Internasional

Program Akses Air Bersih Sampoerna dapat Penghargaan Internasional

Selain sektor wisata, perekonomian Bali banyak tergerak dari sektor pertanian, namun menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih ada sekitar 50 persen wilayah di Buleleng, Bali yang mengalami krisis air bersih terutama ketika masa kemarau.

Kondisi ini, sebut dia, sangat menantang. Mengingat 30 persen perekonomian Buleleng disokong sektor pertanian. Bahkan wilayah ini juga terkenal sebagai pemasok cengkih terbaik di Indonesia.

Kondisi ini pula yang melatarbelakangi program ”Akses Air Bersih” yang dilakukan Sampoerna bersama IDEP Foundation, lembaga swadaya masyarakat yang berpusat di Bali dan berpengalaman dalam membangun kemandirian komunitas serta pelestarian lingkungan.

Program selama 12 bulan ini dilakukan di Desa Gobleg, Banjar dan Desa Selat Sukasada, Buleleng, Bali dalam dua fase, pertama melalui pembangunan tempat pengelolaan air dan fasilitas sanitasi dan yang kedua adalah distribusi air bersih secara efektif melalui pembuatan pompa hidrolik.

Ade Andreawan, Executive Director IDEP Foundation, menjelaskan program ”Akses Air Bersih” memiliki manfaat yang besar untuk masyarakat.  Program yang bertujuan memfasilitasi air untuk irigasi serta penyediaan sarana sanitasi ini telah bermanfaat kepada 13.000 orang, termasuk para petani cengkih.

“Kami mendapatkan data dari Badan Statistik Buleleng bahwa produktivitas petani cengkih di Desa Gobleg, Banjar meningkat dari 180 ton pada tahun 2015 menjadi 195 ton di tahun berikutnya. Begitu juga dengan petani cengkih di Desa Selat, produktivitas mereka meningkat dari 248 ton pada tahun 2015 menjadi 251 ton di tahun 2016,” terang Ade. (wh)