PLN Jatim: Pemakaian Listrik selama Ramadan Capai 5.200 MW

PLN Jatim: Pemakaian Listrik selama Ramadan Capai 5.200 MW

Deputy Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan, PT PLN Persero Distribusi Jatim Pinto Raharjo.foto:dok/enciety.co

PT PLN Persero Distribusi Jatim menjamin kebutuhan listrik pelanggan selama bulan Ramadan aman. Bahkan, untuk memberikan pelayanan yang optimal, PLN tidak akan mematikan listrik selama buka puasa dan sahur.

“Selama bulan Ramadhan beban puncak penggunaan arus listrik terjadi pada saat buka puasa. Beban puncak penggunaan listrik mulai jam 18.00 sampai jam 20.00. Pada saat itu pemakaian listrik bisa mencapai 5.200 MW,” ujar Deputy Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan, PT PLN Persero Distribusi Jatim Pinto Raharjo selaku, Jumat (11/5/2018).

Sedangkan penggunaan energi listrik pada saat jam sahur, bebannya tidak sampai melampaui saat buka puasa. “Pemakaian listriknya hanya berkisar 4.500-4.700 MW atau masih di bawah beban puncak,” jelas Pinto.

Di seluruh wilayah Jatim sendiri, kata Pinto, kemampuan pembangkit untuk mengaliri listrik ke semua pelanggan sampai saat ini 9.000 MW. Pada Ramadan pemakaian listrik diperkirakan mencapai 5.500 MW.

“Jadi secara keseluruhan di Jatim ini masih aman. Dan sudah kami koordinasikan ke seluruh area di Jatim untuk tidak melakukan pekerjaan teknis seperti pemeliharaan terencana pada jam jam buka puasa maupun sahur,” ujar Pinto.

Dengan begitu secara teknis diharapkan tak ada gangguan pemadaman listrik pada jam buka puasa dan sahur. Artinya tidak ada rencana melakukan pemadaman listrik pada jam jam tersebut.

Pinto juga mengatakan pelayanan kepada para pelanggan selama Ramadan juga tak ada pengurangan jam. Semuanya normal seperti hari biasa. Termasuk jam operasional untuk pengaduan tetap buka 24 jam sehari selama seminggu penuh. Jumlah pelanggan PLN Jatim saat ini 11.100.000 sambungan. (wh)