Pertumbuhan Sektor Industri Diperkirakan Paling Mencolok pada 2018

Pertumbuhan Sektor Industri Diperkirakan Paling Mencolok pada 2018

Teks: Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur Isdarmawan Asrikan, Ketua Gabungan Cool Storage Indonesia Johan Suryadharma, dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/1/2018).

Memasuki tahun 2018, sektor perekonomian Indonesia dipastikan mulai tumbuh. Yang paling mencolok tumbuh adalah sektor industri.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (13/1/2018).

“Di akhir tahun 2017, sektor industri dalam negeri tumbuh sekitar 28 persen. Dengan kata lain untuk dapat memperbaiki perekonomian dalam negeri dapat dimulai dari sektor industri,” katanya.

Menurut Kresnayana, perbaikan perekonomian yang dimulai dari sektor industri ini tidak lain juga sangat dipengaruhi meningkatnya harga komoditi. Di antaranya komoditi minyak, batubara, kelapa sawit, kopi, kakao dan lain sebagainya.

“Peningkatan harga komoditi ini juga dipengaruhi tingginya angka permintaan. Bukan hanya permintaan dalam negeri, tetapi juga permintaan luar negeri,” tegas pakar statistik ITS ini.

Kata dia, jika dilihat dari kondisi Jawa Timur yang merupakan salah satu lumbung penghasil dan pemasok mata rantai komoditi. Komoditi yang banyak dihasilkan di Jawa Timur meliputi holtikultura, produk agroindustry, dan lain sebagainya.

“Bukan hanya komoditi yang menjadi produk diekspor, namun juga komoditi yang dikonsumsi sendiri di Jawa Timur,” terang dia.

Kata Kresnayana, sampai saat ini laju pertumbuhan ekpor ke depan masih sangat menjanjikan. Produk yang paling dominan dan berpeluang memiliki banyak peminat adalah makanan dan minuman.

“Komoditas yang memiliki peluang berkembang adalah kopi dan kakao. Kualitas kedua komoditas ini sangat diakui di dunia. Hal ini dapat memperbaiki perekonomian nasional,” tegas Kresnayana. (wh)