Pertanian Jatim Makin Ditinggalkan

Pertanian Jatim Makin Ditinggalkan

ilustrasi: e-klik

Sepuluh tahun pembangunan di Jawa Timur nyatanya telah berdampak signifikan pada kondisi sosial ekonomi penduduknya. Bahkan, sebagian penduduk di beberapa wilayah sudah alih profesi.

“Kota Probolinggo dan Kota Mojokerto misalnya, jika sebelumnya didominasi oleh mereka yang berprofesi di sektor industri. Sekarang beralih didominasi ke sektor perdagangan,” kata Dwi Setyaningsih, peneliti Enciety Business Consult, Kamis (6/7/2017).

Beda lagi dengan tiga wilayah lainnya, pada 10 tahun silam, penduduknya lebih banyak bekerja di sektor pertanian, namun saat ini beralih ke sektor perdagangan (terjadi di Kota Batu) dan sektor industri (terjadi di Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto).

Data enciety Desk Research (eDR) menyebutkan, penduduk di Kota Probolinggo yang bekerja di sektor industri saat ini sebesar 20%, padahal 10 tahun yang lalu mencapai 39%.

“Yang bekerja di sektor perdagangan mendominasi dengan persentase 31%, di mana sebelumnya tercatat 29%. Demikian pula di Kota Mojokerto, pekerja di sektor industri semula 35% turun menjadi 29%, dan pekerja di sektor perdagangan makin mendominasi dari 26% menjadi 37%,” jelas Dwi.

Ia melanjutkan, jika idealnya pertumbuhan ekonomi menjadi pemantik penciptaan lapangan kerja, kemungkinan inilah yang terjadi pada sektor yang mendominasi persentase tenaga kerja. Di Kabupaten Pasuruan, pertumbuhan sektor industri bisa mencapai 7,4%, hampir 2 kali lipat sektor pertanian yang hanya 3,9%.

“Demikian pula di Kabupaten Mojokerto, pertumbuhan sektor industri mencapai 6,5%, sedangkan sektor pertanian hanya 3,6%. Kabupaten Pasuruan & Kabupaten Mojokerto adalah 2 dari 4 wilayahyang menjadi kekuatan sektor industri di Jawa Timur,” kata dia. (wh)

Marketing Analysis 2018