Persuasi ala Pahlawan Ekonomi

Persuasi ala Pahlawan Ekonomi

Arifin BH, Senior editor enciety.co dan penulis buku

 

Oleh: Arifin BH

Diah Arfianti, pelaku usaha kreatif Pahlawan Ekonomi Surabaya, tampil di acara seminar yang diadakan di Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah wadah pemikir (institut penelitian) kebijakan yang bermarkas di Jakarta.

Diah Arfianti yang sukses dengan label Diah Cookies itu, menjadi salah satu pembicara dalam Peluncuran Laporan Rich-Interactive-Application (RIA) in Indonesia: Value to  Societyand the Importance of Enabling Regulatory Framework di Auditorium CSIS, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Hadir sebagai pembicara, Mari Elka Pangestu (Board Member of CSIS Foundation), Yose Rizal Damuri (Head of Department of Economics CSIS), Jeff Paine (Chairman of AIC), Ruben Hattari (Head of Public Policy Facebook Indonesia), Semuel Abrijani Pangerapan (Director General of Telematics Application MoCI), dan I Wayan Dipta (Deputy for Production and Marketing, Ministry of SME & Cooperatives)

Dalam acara tersebut, Diah berbicara dalam Sharing Session: Success Story of SMEs. Di mana dalam usahanya yang sangat terbantu dengan keberadaan media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Di hadapan peneliti, pejabat pemerintah, dan jurnalis yang hadir dalam acara itu, Diah mengungkapkan perjalanan yang berliku menjadi pelaku usaha. Di mana pada tahun 2001, ia jualan kue kering hanya saat jelang Lebaran. Hasilnya juga musiman (enciety.co 25/4/2018).

****’

Semua ini bukanlah kisah fantasi seperti yang Anda tonton di bioskop. Ini kisah nyata hasil kerja keras. Perjuangan seorang perempuan warga Surabaya.

Napoleon Hill (1883-1970) penulis buku bertopik kesuksesan terkenal Think and Grow Rich –telah terjual 20 juta kopi, mempelajari kekuatan keyakinan pribadi dan peran yang dimainkan dalam kesuksesan pribadi.

Dia berkata, “Persuasi adalah kunci rahasia yang akan membantu Anda untuk berhasil dalam profesi atau bisnis Anda –serta mendapatkan kebahagiaan dan hubungan pribadi yang bertahan lama”.

Persuasi adalah keahlian untuk menjadi “kaya raya”. Ini adalah cara bagaimana orang mendapatkan kekuasaan dan pengaruh. Ini adalah cara bagaimana orang menciptakan kekayaan yang –bagaimana bisnis berhasil, bagaimana barang-barang dapat dibeli, dan bagaimana situs jejaring dapat menjual produk yang bernilai jutaan rupiah. Persuasi adalah seni yang membuat dunia ini berputar.

Saat ini persuasi telah merambah dalam kehidupan sehari-hari. Memengaruhi begitu banyak keputusan, baik yang besar maupun yang kecil. Sebagai contoh, bagaimana seseorang dapat menjadi manajer yang efektif tanpa kemampuan persuasi?

Persuasi dan pengaruh telah banyak berubah dalam 25 tahun terakhir ini. Jika Anda terlibat dalam suatu bentuk persuasi, pembeli Anda, calon kastamer dan para kastemer telah berubah selama kurun waktu itu.

Calon kastemer Anda kini lebih berpendidikan dan lebih skeptis dari sebelumnya. Jika Anda menggunakan taktik sama yang Anda pelajari beberapa tahun lalu, Anda tidak akan berhasil menjual. Pernahkah Anda memiliki kastamer potensial yang Anda ketahui membutuhkan produk atau jasa Anda?

Mereka menginginkan produk atau jasa Anda, mereka mampu membayarnya, tetapi mereka tidak membeli dari Anda? Apa yang terjadi? Padahal kedua pihak saling membutuhkan.

Sebagai seorang yang ahli dalam persuasi dan pengaruh, Anda akan mengerti cara berpikir dari calon kastamer Anda, proses pengambilan keputusan mereka, dan bagaimana menutup transaksi penjualan sehingga Anda berdua sama-sama puas.

Saya tidak dapat membayangkan, seorang Diah Arfianti menjalani rutinitas sehari-hari tanpa kemampuan persuasi yang hebat. Terhadap satu kotak berisi enam kue kering Diah masih melapisi kemasannya dengan aluminium foil. Pasti Anda terbayang, macam apa kelas pembeli Diah Cookies.

Semua orang dapat menjelaskan berbagai keunggulan dan manfaat dari produk atau jasa. Mereka lalu membanggakan produk mereka dan menawarkannya kepada orang lain.

Tetapi Diah Arfianti dapat membuat orang lain menjadi dekat dengan produknya, dan dia akan mendapatkan kastamer dan kemudian mendapatkan lebih banyak penjualan. Persuasi itu salah satu cara mendekatkan produknya. Belajarlah cara-cara persuasi seperti apa yang Diah Arfianti lakukan!

 

*Senior editor enciety.co dan penulis buku

Marketing Analysis 2018