Perlu Regulasi Tepat Tingkatkan Ekonomi Digital

Perlu Regulasi Tepat Tingkatkan Ekonomi Digital

Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Perkembangan dan pertumbuhan dunia digital di Indonesia merupakan yang terbesar di ASEAN. Namun hal ini harus diimbangi kebijakan-kebijakan Pemerintah yang dapat melindungi ekonomi digital saat ini.

“Contohnya Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Kita harus membuat regulasi yang cocok dengan teknologi. Hal ini menjadi penting bagi kita. Jika ada yang ambil karya kita, maka kita tidak bisa apa-apa jika regulasi yang ada masih belum sampai melindungi hal tersebut,” tegas Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (28/2/2020).

Untuk melindungi hak kekayaan intelektual, negara dapat menyiapkan database. Dengan demikian, pemerintah dan masyarakat dapat mengetahui karya apa saja yang belum dan sudah diciptakan. Tidak hanya itu, cyber security juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi ke depannya.

“Contoh sederhana saja, kain batik. Hasil karya khas Indonesia ini masih belum terdata dengan baik. Jika ada orang yang buat motif baru, lalu ada orang lain lagi yang buat dengan nama berbeda, maka hak ciptanya jadi bingung. Tumpang tindih. Karena kita belum ada kalibrasi hukum yang jelas,” cetus Bapak Statistika Indonesia itu.

Menurut Kresnayana, yang harus dilakukan negara adalah dapat menyederhanakan proses pendaftaran dan pengesahan HaKI. Sehingga masyarakat dan pelaku usaha dapat proteksi dari pemangku kebijakan.

Sampai saat ini, sambung dia, yang telah terlindungi adalah pelaku usaha dalam skala besar. Sedangkan untuk pelaku usaha skala kecil ini sebagain besar belum terlindungi.

“Yang bisa dilakukan pelaku usaha dengan membentuk komunitas yang nantinya dapat memudahkan pusat-pusat kajian untuk dapat membantu mereka,” tegasnya. (wh)