Perlu Peningkatan Soft Skill untuk Berkompetisi dalam Dunia Kerja

Perlu Peningkatan Soft Skill untuk Berkompetisi dalam Dunia Kerja

Muhammad Supriyadi (peserta PKBM PGRI Mandiri Homeschooling Surabaya), Ahmad Yani (peserta PKBM Homeschooling Tunas Harapan Surabaya), Rita Saidah (peserta PKBM Homeschooling Tunas Harapan Surabaya) dan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (11/5/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Tantangan berkompetisi di dunia kerja makin besar.  Karena itu, di era kini, belajar yang baik bukan hanya mengenai ilmu pengetahuan, tapi juga praktik soft skill yang nantinya dapat digunakan sebagai modal bekerja secara mandiri.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (11/5/2018).

“Selain belajar di sekolah, kita juga mengenal Homeschooling dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) milik pemerintah. Dengan belajar di sana, masyarakat dapat bekerja mandiri dan tidak menjadi beban orang lain,” ujar Kresnayana.

Kresnayana lalu menyebutkan tiga narasumber yang hadir dalam acara tersebut. Mereka adalah Muhammad Supriyadi (peserta PKBM PGRI Mandiri Homeschooling Surabaya), Ahmad Yani (peserta PKBM Homeschooling Tunas Harapan Surabaya), Rita Saidah (peserta PKBM Homeschooling Tunas Harapan Surabaya).

Kata Kresnayanaya, ketiga anak muda ini merupakan dapat membuktikan, jika tidak ada kata terlambat untuk sukses. “Meskipun mereka ini lulus pendidikan tingkat SMA dengan waktu lebih lama, namun, hal itu menjadi kelebihan mereka. Karena begitu lulus, mereka telah siap dan memiliki bekal untuk bekerja secara mandiri,” ujar dia.

Kresnayana lantas memaparkan keberhasilan ketiga anak muda tersebut Rita Saidah, perempuan yang lahir 26 november 1979. Rita yang belum lulus di tingkat pendidikan SMA. Saat ini, ia telah berhasil mengembangkan usaha handicraft dengan bahan olahan rotan dan kayu.

Pun dengan Muhammad Supriyadi, yang lahir pada 2 Juli 1996. Dia memutuskan melanjutkan pendidikannya di PKBM PGRI Mandiri Homeschooling Surabaya sebelum ia lulus SMA. Sekarang, dia telah dapat membuka usaha jasa laundry sepatu bernama Maids Clean Shoes.

“Mereka bisa membuktikan, meski terhambat di pendidikan formal bukan berarti karirnya juga terhambat. Dengan ketekunan yang mereka jalani, kini mereka dapat menjalani hidup lebih baik,” ujar Kresnayana. (wh)