Peringatkan Gempa Via SMS

Peringatkan Gempa Via SMS
TERUKUR : Alat yang mendeteksi gempa buatan mahasiswa ITS, Robiy ‘Ul ‘Ars Al-Maliki.

Gempa seringkali datang secara tiba-tiba tanpa peringatan dini. Itulah yang menyebabkan banyak korban jiwa maupun kerugian material. Sebab, peringatan datang kurang cepat kepada masyarakat. Berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan. Salah satunya ialah rancangan software pendeteksi gempa pada suatu bangunan melalui pesan singkat atau short message service (SMS).

“Alat yang saya buat ini bisa digunakan pada bangunan berstruktur beton,” ujar sang penemu alat, Robiy ‘Ul ‘Ars Al-Maliki di Laboratorium Struktur Jurusan Teknik Sipil ITS.

Karya mahasiswa Teknik Sipil ini semula sebatas tugas akhir (TA) berjudul Aplikasi Sistem Peringatan Dini pada Komponen Struktur Beton. Alat ini dapat digunakan pada bangunan gedung maupun jembatan. Sensor straingauge digunakan untuk mendeteksi keretakan beton.

Sensor straingauge tersebut akan membaca seberapa besar perpindahan yang terjadi pada material bangunan. Data yang diterima oleh sensor tersebut kemudian direkam menggunakan Data Logger, sebuah alat penghitung kondisi bangunan yang dipengaruhi oleh lingkungan, khususnya beban.

Data yang terekam oleh Data Logger itu otomatis terekam ke software yang dirancang Robiy. “Sofware-lah yang nantinya menentukan antisipasi apa yang harus dilakukan oleh pihak yang berkaitan. Misalnya di suatu apartemen, ada indikasi gempa berbahaya. Indikasi itu disampaikan kepada para penghuni apartemen melalui SMS untuk menyelamatkan diri,” urai Robiy. Alat sensornya disebut akselerometer yang diletakkan di bagian atas atau atap bangunan.

Bagaimana masyarakat bisa memperoleh SMS informasi itu? Ternyata, cukup dengan mendaftar alias register. “Di tempat-tempat umum seperti itu pasti sudah ada pendataan, sehingga tak sulit untuk memprogram nomor handphone siapa saja yang akan dikirimi pesan peringatan tersebut,” imbuh Nisfu Asrul Sani SKom MSc, salah satu dosen yang ikut mengembangkan software.

Sedikit berbeda dengan bangunan, pesan peringatan gempa pada jembatan akan langsung dikirim ke pemerintah. Dengan begitu, pemerintah dapat segera mengambil kebijakan. Hal tersebut merupakan upaya untuk meminimalisasi jumlah korban gempa. Alat sensor bernama Lateral Vertical Displacement Transducer (LVDT) dipasang di besi maupun beton tepat di tengah bentang jembatan.

Provider telekomunikasi diproyeksikan menjadi partner alat pengirim sinyal gempa ini. “Nantinya kemungkinan kami akan bekerja sama dengan perusahaan provider untuk menyampaikan pesan peringatan ini,” imbuh dosen jurusan Sistem Informasi itu.(wh)

Marketing Analysis 2018