100 Perguruan Ikut Kompetisi Eco Campus 2014

100 Perguruan Ikut Kompetisi Eco Campus 2014

Sekitar 100 perguruan tinggi se-Surabaya ditantang Pemkot Surabaya membuktikan diri sebagai kampus paling ramah lingkungan. Kampus-kampus tersebut harus mampu menunjukkan performa yang baik pada beberapa indikator penilaian yang diajukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Surabaya.

“Dari 100 perguruan tinggi akan dipilih tiga pemenang,” kata Sekretaris BLH Anton Tarayuda di sela-sela sosialisasi Eco Campus ke-5 di Gedung Sawunggaling, Senin (27/1/2014).

Usai mengikuti sosialisasi, para kampus calon peserta Kompetisi Eco Campus ini akan diminta untuk mengisi kuesioner yang mengacu pada indikator penilaian. Beberapa di antaranya terkait pengolahan limbah, pengolahan sampah, dan penghematan energi.

“Dari kuesioner yang dikembalikan ke kami, nanti realisasinya akan dicek satu per satu. Apakah sudah mengolah limbah atau tidak, mengolah sampah memakai metode 3R (reuse, reduce, recycle). Apakah ramah lingkungan dari sisi hemat energinya atau tidak,” jelas Anton.

Tim juri terdiri dari BLH bidang pemulihan dan kualitas dampak lingkungan, perguruan tinggi pemenang, dan LSM pemerhati lingkungan.

Kandidat Notaris tersebut mengungkapkan, perguruan tinggi di wilayah timur Surabaya yang paling tinggi antusiasmenya. “Contohnya saja ITS dan UPN. Karena letaknya di Pantai Timur Surabaya, intrusi air lautnya banyak sekali. Mereka butuh ada resapan,” terangnya. Apabila tak ada tanah resapan, air laut bisa masuk ke sumur.

Universitas Pembangunan Veteran Surabaya turut memberikan wawasan pentingnya menjadi Eco Campus. Dekan Fakultas Pertanian, Ramdan Hidayat, mengungkapkan pihaknya selalu berpartisipasi aktif mendukung program lingkungan dari pemkot.

“Tahun 2013 kami memperoleh juara pertama tahun dan mendapat biaya pembinaan sebesar Rp 5 juta. Kesannya sedikit, tapi kami bangga luar biasa,” ungkap Ramdan. Turut hadir pula sebagai pembicara sosialisasi ialah Kepala Bidang Pengendalian BLH, Satrio Eko Wibowo dan perwakilan Teknik Lingkungan ITS, Welly Herumurti.

Selain Eco Campus, pemkot Surabaya juga menggelar Green Building Award untuk kantor pemerintahan dan swasta. Serta Adiwiyata untuk tingkat sekolah. “Targetnya tahun ini 80 persen perkantoran Surabaya sudah go green,” ujar Anton. Sementara itu, Adiwiyata kini telah memasuki tahapan pemilihan pemenang. Rencananya, bulan April sebanyak 9 juara perwakilan kota Surabaya akan diikutkan ke level Adiwiyata tingkat provinsi.(wh)

Marketing Analysis 2018