Perekonomian Nasional Diprediksi Meningkat pada 2018

Perekonomian Nasional Diprediksi Meningkat pada 2018

Teks: Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (29/12/2017). foto:arya wiraraja/enciety.co

Banyak tantangan dan peluang usaha yang dapat dimanfaatkan di tahun 2018. Hal itulah yang bakal membayangi potret perekonomian nasional mendatang.

Jika berkaca pada indeks harga saham nasional yang menyentuh angka 6.314 atau naik 1.000 poin, jika dihitung mulai Januari sampai dengan Desember 2017. Angka tersebut menunjukkan jika investasi saham naik 20 persen.

Menurut Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya,  hal itu menunjukkan jika ada pergeseran minat investasi. “Arahnya menuju investasi dalam bentuk investasi saham,” ujar dia dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (29/12/2017).

Kata Kresnayana, nilai tukar mata rupiah relatif stabil di Rp 13.300 – 13.500 per USD dengan persentase 2-3 persen. Selain itu yang paling mencolok adalah nilai inflasi yang relatif stabil.

“Mulai Januari sampai Desember 2017, nilai inflasi terpantau stabil di bawah 3 persen. Dengan kata lain harga kebutuhan bahan pokok saat ini masih sangat terjangkau oleh rakyat,” kupas pakar statistika ITS Surabaya itu.

Kresnayana menambahkan, sampai dengan akhir Desember 2017, diperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,1 persen. Di sisi lain, sepanjang tahun 2017, pertumbuhan penduduk nasional juga makin menurun.  Untuk angka pertumbuhan penduduk untuk seluruh Indonesia tiap tahun mencapai 4 juta jiwa, namun hal tersebut tidak berlaku di Jawa Timur.

“Pertumbuhan penduduk di Jawa Timur angkanya hanya menyentuh 0,5 persen atau sekitar 200 ribu jiwa. Ini sangat menguntungkan. Mengingat kita tidak menyiapkan sumber daya bagi pertumbuhan penduduk tersebut,” tegasnya.

Kata dia, kinerja ekspor Indonesia juga makin meningkat. Hal tersebut dikarenakan harga komuditas nasional juga makin meningkat. Contohnya, harga minyak yang pada pertengahan tahun atau mendekati Lebaran yang harganya 35 USD per barrel, kini menyentuh 50 USD.

Lalu, sambung dia, ada komuditas batu bara yang kini harganya mencapai 90 USD. “Angka-angka tersebut menjadi tanda bagi kita jika pada tahun 2018 kondisi perekonomian Indonesia dapat makin meningkat,” ungkap dia. (wh)