Perekonomian Indonesia Tak Terpengaruh Tahun Politik

Perekonomian Indonesia Tak Terpengaruh Tahun Politik

Kresnayana Yahya dan Asikin Ashar dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (19/10/201).foto:arya wiraraja/enciety.co

Nilai defisit Indonesia diprediksi kurang dari 2 persen hingga akhir 2018. Untuk nilai inflasi diperkirakan hanya sekitar 3-3,5 persen. Lewat data tersebut, dapat diasumsikan jika kinerja perekonomian pemerintah masih sesuai standar perencanaan keuangan.

Hal tersebut disampaikan Chaiperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (19/10/2018).

“Kondisi perekonomian Indonesia pada tiga bulan pertama di tahun 2019, tidak terlalu terpengaruh kondisi politik dalam negeri. Saya yakin pengaruhnya tidak signifikan. Hal ini dikarenakan para pelaku usaha dan industri sudah berpengalaman menghadapi tahun politik seperti tahun 2019 mendatang,” katanya.

Kresnayana lalu mengatakan, dunia bisnis sekarang mengalami waktu tunggu yang sangat panjang. Hal ini disebabkan banyaknya fenomena pemicu, di antaranya yang paling berpengaruh adalah perang dagang antara negara maju seperti USA dan China. Padahal, menjaga keseimbangan dalam dunia bisnis menjadi hal yang wajib. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan tersebut adalah dengan menjaga prinsip take and give, saling menguntungkan lewat cara kolaborasi dan kerjasama.

“Saat ini kita lihat, USA dan China mulai melakukan negosiasi untuk mengatasi perang dagang yang mereka lakukan dalam kurun beberapa bulan terakhir. Kedua belah pihak mulai sadar dengan perang dagang tersebut menimbulkan arus supply dan demand terganggu. Contoh satu komoditas yang paling terasa adalah komoditas minyak dunia,” jabar pria yang dijuluki  Bapak Statistika Indonesia itu.

Senior Officer Bursa Efek Surabaya Asikin Ashar mengatakan, tahun 2019 adalah tahun yang tepat bagi para pelaku usaha dan masyarakat untuk berinvestasi. Kata dia, ada pola menarik yang harus diketahui masyarakat.

“Sesuai pengalaman kami, nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam lantai bursa makin meningkat jika kita masuk tahun politik seperti tahun 2019 ini. Contohnya di tahun 2009 dan 2014. Lewat pengalaman ini, saya sarankan kepada para investor segera mencari perusahaan yang performanya bagus dan nilai sahamnya turun untuk berinvestasi,” ujar dia.

Asikin menegaskan, investasi tidak dapat diukur performanya berdasarkan ukuran hari, minggu, dan bulan. Kegiatan investasi hampir sama dengan kegiatan menabung. Waktu yang dibutuhkan jangka panjang. Hanya saja, kegiatan investasi ini lebih menawarkan pemasukan yang menjanjikan ketimbang sekadar menabung.

“Untuk itu, jika kita telah melakukan kegiatan investasi, saya sarankan agar masyarakat tidak buru-buru menarik dananya. Karena kegiatan investasi ini butuh waktu dan kesabaran jika ingin hasilnya maksimal,” tegas Asikin.(wh)

Marketing Analysis 2018