Perbaikan Kandang KBS Tunggu Rekom Kemenhut-BKSDA

Perbaikan Kandang KBS Tunggu Rekom Kemenhut-BKSDA
Unta di bekas kandang jerapah.

Manajemen Kebun Binatang Surabaya (KBS) berkeinginan segera memperbaiki kandang KBS. Ini karena jumlah satwa KBS mengalami surplus.

“Satwa kami memang banyak karena sukses mengawinkan. Contohnya Jalak Bali yang berjumlah 144 ekor. Itu terus kami perhatikan dan evaluasi. Nah, kesuksesan breeding itu pasti berpengaruh pada penyediaan kandang,” ujar Direktur Utama PDTS KBS Ratna Achjuningrum, Selasa (28/1/2014).

Apa bentuk evaluasi itu? Menurut Ratna, pihaknya harus menunggu rekomendasi Kementerian Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Rekomendasi itu dinanti karena ada beberapa perbaikan kandang KBS yang urgent dilakukan. Terutama pada komodo dan pelikan.

Sebelumnya, Wali Kota Tri Rismaharini mengungkapkan, jumlah dua satwa KBS itu sudah overpopulasi dalam satu kandang. Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui langkah apa yang tepat. Pembesaran kandang, misalnya, harus dilakukan sesuai prosedur.

Berbagai kemungkinan metode perbaikan kandang KBS itu tentu akan mempertimbangkan kenyamanan satwa KBS di dalamnya.

Menurut Ratna, satwa bisa stres apabila menangkap suara-suara asing. “Ya kita akan minimalkan stress dengan membuat semacam kandang transisi,” tukasnya.

Ratna mengakui, BKSDA tengah mengevaluasi kondisi kandang. Hasilnya, banyak yang dinilai sudah tua dan tak layak. “Contohnya adalah pada kandang kompleks Nusa di sekitar gajah. Itu mendekati ambruk. Lalu kandang tertutup atau nahok, kondisi kayunya melengkung dan mau ambruk,” paparnya. Ditambah lagi guyuran hujan deras yang akhir-akhir ini terjadi di Surabaya.

Tim dari BKSDA tersebut lantas memotret satu per satu kandang KBS sebagai bahan evaluasi. “Kita menunggu saja surat dari kementerian, termasuk untuk izin Lembaga Konservasi (ILK),” imbuhnya. Dalam waktu dekat, Ratna berharap ILK segera ditandatangi Kemenhut dan Presiden.(wh)