Perangi Peredaran Narkoba, Dispendik Surabaya Gandeng BNN

Perangi Peredaran Narkoba, Dispendik Surabaya Gandeng BNN
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri seminar dalam Konferensi Pelajar Nasional di Surabaya, beberapa waktu yang lalu.

Tingginya jumlah pengguna narkoba di Indonesa membuat dunia pendidikan di Surabaya perlu waspada. Ini yang kemudian membuat Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menggalakkan sosialisasi bahaya narkoba kepada seluruh siswa di Surabaya.

Dikatakan sekretaris Dispendik Surabaya Aston Tambunan, narkoba merupakan musuh bersama yang harus diperangi agar para generasi muda memiliki akhlak mulia dan menjadi penerus perjuangan bangsa. Karena itu menurutnya para guru BK dapat mensosialisasikan pengalaman serta pengetahuannya ke para siswa.

“Kami berkoordinasi dengan BNN (Badan Narkotika Nasional) untuk melati guru BK (Bimbingan Konseling) di semua sekolah di Surabaya. Kami harap, pengetahuan para guru BK ini dapat disebarluaskan kepada orang tua, siswa, serta masyarakat. Dengan demikian orang tua, guru serta masyarakat mempunyai sebuah kepedulian bersama dalam melakukan pengawasan terhadap bahaya narkoba,” katanya di Kantor Dispendik Surabaya, Selasa (27/1/2015).

Sosialisasi tentang penanggulangan bahaya narkoba kepada para guru BK ini merupakan salah satu program tindak lanjut dari ekstrakurikuler konselor sebaya. “Kegiatan ini terus rutin kita galakkan agar pengguna narkoba di kalangan pelajar tidak terjadi,” bebernya.

Sementara itu Perwakilan BNN Kota Surabaya Badi menerangkan, semua jenis narkoba itu berbahaya. Salah satu jenis narkoba, yakni heroin yang memiliki sifat analgesic dalam tubuh dan membuat ketergantungan. Bahaya lainnya yakni dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti kanker otak dan memutuskan urat-urat syaraf.

“Para siswa saya harapkan menjauhi berbagai jenis narkoba. Ini karena narkoba akan berdampak buruk ke depannya nanti. Sekolah dapat membuat program bersama orang tua untuk bersama-sama menanggulangi penyalahgunaan narkoba yang saat ini kerap kali disalahgunakan oleh pelajar. Sekaligus menjaga lingkungan sekolah agar terbebas dari peredaran narkoba yang kini tengah merajalela,” tambahnya. (wh)

Marketing Analysis 2018