Peran Perempuan Pelaku Usaha Makin Diperhitungkan

Peran Perempuan Pelaku Usaha Makin Diperhitungkan

Ida Ambarwati dan Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Di daerah perkotaan seperti Surabaya, ada sekitar 60-70 persen perempuan telah bekerja. Dengan kata lain, perempuan-perempuan tersebut melakoni peran ganda. Mereka merupakan seorang ibu dan juga mencari penghasilan untuk keluarga.

Hal itu di sampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (21/12/2018). Acara in dihadiri Ida Ambarwati, owner Kebab Pisang Pusing yang merupakan anggota Pejuang Muda Surabaya,

Menurut Kresnayana, dengan makin berkembangnya zaman, perempuan makin memiliki kesempatan untuk maju dan berkarya.

“Bekerja itu memang identik dengan mencari pemasukan berupa uang. Namun, yang terpenting dari bekerja dan berkarya itu sebenarnya adalah bagaimana perempuan dapat melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Lalu yang paling penting adalah pekerjaan dan karyanya itu dapat bermanfaat. Terlebih hal itu dapat mengangkat peran perempuan ini menjadi lebih sentral,” tandas Kresnayana.

Kata Kresnayana, belakangan kita tengah mengalami pergeseran paradigma mengenai perempuan. Dulu, masyarakat kurang menghargai tugas-tugas seorang ibu. Di antaranya mengasuh anak, merawat suami dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun sekarang, sebut pria yang mendapat julukan Bapak Statistik Indonesia itu, masyarakat mulai sadar tidak gampang mengerjakan tugas-tugas sebagai seorang ibu.

Kresnayana mengatakan, sebagian besar pengakses dunia digital, khususnya sosial media, adalah kaum perempuan.

“Seperti yang bisa kita lihat dari data transaksi dunia digital 2018 sekarang. Produk yang paling banyak di-order adalah produk fashion dan kebanyakan yang order itu perempuan. Pelaku usaha online terbanyak saat ini juga perempuan,” terangnya.

Dari contoh tersebut Kresnayana ingin mengungkapkan, jika hal tersebut dapat menjadi peluang bagus bagi kaum perempuan memulai menjadi pelaku usaha.

Seperti yang dilakukan Ida Ambarwati). “Saya memulai usaha tahun 2016. Saat usia saya masih 27 tahun. Sampai tahun 2018, setelah dua tahun, saya [unya 16 gerai Kebab Pisang Pusing yang tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.

Intinya, imbuh dia, kalau mau jadi pelaku usaha harus sabar. Semua pasti ada proses jatuh dan bangun. “Nah, di situ kita diuji. Bagaimana peran kita sebagai seorang istri bagi suami dan bagaimana peran kita sebagai seorang ibu yang mengurus segala sesuatu di rumah. Untuk itu, bagi pelaku usaha baru jangan patah semangat dan terus berusaha,” paparnya. (wh)  

Marketing Analysis 2018