Peran Penyedia Data di Era Digital Makin Dibutuhkan

Peran Penyedia Data di Era Digital Makin Dibutuhkan

Kartika Fithriasari, Dedy Dwi Prastyo, Faiz Afif, Unung Istopo Hartanto, dan Bayu Aldiyansyah dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (24/8/2018).

Pekerjaan penyedia data makin berkembang. Perannya pun makin sentral di dunia bisnis. Terlebih di era digital, di mana banyak data yang bertebaran di internet yang dapat di akses dengan mudah.

“Ada istilah big data. Data-data tersebut dapat dimanfaatkan jika diolah dengan baik. Nah, untuk mengolahnya juga tidak bisa sembarangan,” kata Unung Istopo Hartanto, Knowledge and Data Mining Manager Enciety Business Consult, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya bertajuk “Pentingnya Pekerjaan Data & Komputasi Seiring Makin Tingginya Peran dalam Bisnis, Jumat (24/8/2018).

Dalam acara itu, dihadiri Kartika Fithriasari (Sekretaris Departemen Statistika ITS Surabaya), Dedy Dwi Prastyo (Sekertaris Prodi Pascasarjana Statistika ITS Surabaya), Bayu Aldiyansyah (Data Scientist Kumparan), dan Faiz Afif (Founder Machine Vision).

Unung menjelaskan, keberadaan big data ini bukan hanya menjadi sebuah isu, namun fenomena yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya.

Unung lantas menyoroti fenomena disruption. Di mana  banyak perusahaan konvensional yang merasakan pendapatan makin menurun. Di era ini, juga terjadi gelombang perubahan perilaku konsumen yang makin irrasional.

“Dalam advertising, kita mengena konsep Awareness Interest Desire Action (AIDA). Namun, saat ini ada satu tambahan dalam konsep tersebut, yaitu rate promotion.,” kata dia

Menurut Unung, konsep advertising lama mengenal adanya rating. Namun kini orang lebih percaya ketika banyak orang yang men-share di sosial media. “Contoh penerapannya, orang lebih ingin atau percaya membeli produk ketika tahu rate promotion scores tinggi,” imbuh dia.

Tidak hanya itu, sebut Unung, sekarang merupakan era collaborative consumption. Seperti pengusaha kuliner, tidak hanya dapat menjual makanan dan minuman saja. Mereka dapat menghasilkan velue yang lebih tinggi dengan mencatat data konsumen.

“Jadi data satu atau dua tahun belakangan ini dapat kita gunakan untuk mengembangkan usaha di masa datang,” papar alumnus statistika ITS tersebut.

Karena itu, Unung memantikan data statistik sekarang makin dibutuhan. Jika dulu peran dari data scientist adalah memastikan pengambilan sample data yang valid and variable, sekarang data yang ada makin panjang.

“Untuk itu, keberadaan data scientist ini makin penting. Dalam mengolah data statistik itu, saya yakin sudah banyak yang bisa. Namun untuk menjadi scientist dan data business intelijen spesialist itu butuh proses panjang dan jam terbang tinggi,” pungkas dia. (wh)