Penutupan Dolly, Dinsos Surabaya Tawarkan Modal Usaha

Penutupan Dolly, Dinsos Surabaya Tawarkan Modal Usaha

Jelang penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara yaitu Jarak-Dolly, Pemkot Surabaya melakukan langkah-langkah untuk membina para pekerja seks komersial (PSK) agar dapat mentas dari dunia hitam tersebut. 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya Supomo mengatakan, selain untuk memberantas prostitusi, juga membimbing para PSK untuk beralih ke profesi yang benar.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan ketrampilan dan bimbingan agama saja. Namun juga berupaya memfasilitasi atau memberikan bantuan untuk memperoleh modal usaha bagi PSK yang mau meninggalkan profesi lamanya guna membangun usaha baru di luar pesangon yang mereka dapatkan,” katanya, Kamis (19/3/2014).

Menurut dia, modal usaha tidak hanya bagi PSK atau mucikari yang lokalisasinya sudah ditutup, namun juga bagi mereka yang belum meninggalkan profesi tersebut.

Memfasilitasi atau membantu mendapatkan modal usaha yang dilakukan Dinsos adalah dengan mengajukan proposal atau rencana pendirian usaha oleh PSK atau mucikari tersebut. Kemudian  diajukan ke koperasi, perbankan atau perusahaan yang memiliki dana corporate social responsibility (CSR) untuk berwirausaha mereka.

“Dengan berjalannya rencana ini maka PSK dan mucikari diharapkan dapat segera mentas usai meninggalkan pekerjaannya. Mereka akan dapat dengan mudah mendapatkan modal kerja untuk berwira usaha baru,” ucapnya.

Upaya memfasilitasi pinjaman modal tersebut juga disosialisasikan kepada para PSK dan mucikari. Dengan begitu diharapkan akan menarik perhatian dan memacu mereka untuk keluar dari dunia prostitusi dan membuka usaha baru yang lebih baik.(wh)