Penerapan E-Government Surabaya jadi Rujukan MA

Penerapan E-Government Surabaya jadi Rujukan MA

Wali Kota Surabaya Tri Rimaharini menerima diklat MA di ruang sidang Balai Kota, Selasa (4/10/2016). foto:humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil menerapkan e-government dalam kebijakan pemerintahannya dan menjadi rujukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dipakai daerah lain. Kali ini, apresiasi dayang dari Diklat PIM Tingkat II Balitbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (MA) RI.

Bertempat di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima 28 orang yang melakukan diklat kepemimpinan tingkat II tersebut, Selasa (4/10/2016).

Kepala Pusdiklat Mangement dan kepemimpinan Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI,Tin Zuraida, mengatakan jika pihaknya ingin belajar untuk menerapkan sistem single window.

“Penerapan e-government kota Surabaya menjadi rujukan kami (MA red) untuk melakukan diklat kepemimpinan agar dapat mengadopsi dan mengadaptasi keunggulan base participation dan pengalaman berorganisasi di Dispendukcapil, Dinas Bina Program dan sistem single window,” kata Tin Zuraida saat memberikan sambutan.

Ditempat yang sama, Wali Kota Surabaya,Tri Rismaharini mengaku senang dengan kunjungan dari MA tersebut. Menurutnya, memang tidak mudah untuk melakukan perubahan dan membutuhkan konsistensi dan tindakan.

“Saya senang memberikan program ini dan terbukti semakin baik diterapkan di tempat lain,” kata Wali Kota wanita pertama di Surabaya itu.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini menuturkan, membuat dan menerapkan sofware  e-goverment di lingkungan kerja pemerintahan  bukan untuk gaya-gayaan. Melainkan untuk mempermudah serta mempercepat kinerja Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemkot Surabaya.

Ia mencontohkan, dengan memanfaatkan sistem e-goverment dalam pengurus perijinan SIUP dapat mempermudah warga. Karena untuk mengaksesnya tidak perlu bolak-balik ke kantor pemerintahan namun cukup dilakukan dirumah dengan mengunakan mobile handpone atau dengan internet.

“Untuk mengurus siup tinggal menulis melalui mobile aplication kemudian mendapatkan sms balasan, dan muncul barcode. Ini sangat menghemat waktu,” tanda dia. (wh)