Pendapatan Pajak Dioptimalkan Lewat Ancaman

Pendapatan Pajak Dioptimalkan Lewat Ancaman

Tax ratio Indonesia selama ini baru mencapai level 12 persen. Angka ini jauh dari kata ideal bila dibandingkan potensi yang ada. Kondisi tersebut akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menyetor pajak.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan, Fuad Rahmany selalu mengeluhkan kenyataan pendapatan pajak ini. “Nggak ada cerita, kalau orang dilayani pasti bayar pajak. Ah, omong kosong,” tegas dia saat ditemui wartawan di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Lebih jauh kata Fuad, hanya 20 persen masyarakat yang secara sadar dan sukarela memenuhi kewajibannya membayar pajak kepada negara. Sedangkan sisanya baru akan menyetor pajak jika pegawai pajak melakukan upaya ekstra.  “Sebanyak 80 persen masyarakat Indonesia dan negara lain, seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman dan lainnya sama. Di mana kita pegawai pajak harus mendatangi, menelepon, bahkan kalau perlu mengancam (supaya bayar pajak),” tegas dia.

Menurut Fuad, pegawai pajak perlu mendatangi setiap orang agar sadar dengan kewajibannya tersebut. Cara ini harus dilakukan jika ingin memaksimalkan atau mengoptimalkan pendapatan pajak yang menjadi tulang punggung anggaran negara. “WP itu harus didatangi, jadi kami tidak ada pilihan meskipun WP jutaan orang. Kalau kami nggak datangi, akhirnya kami jadi pasif. Kalau pasif, ya beginilah hasilnya penerimaan pajak mandek terus,” tandasnya. (lp6/ram)

Marketing Analysis 2018