Pemkot Surabaya Beri Kursi Roda Penerima Beasiswa Generasi Emas

Pemkot Surabaya Beri Kursi Roda Penerima Beasiswa Generasi Emas

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan memberikan kusi roda kepada Avatachia Berliana Setiawan.foto:humas pemkot surabaya

Seorang penerima beasiswa generasi emas Surabaya mendapat bantuan kursi roda dari Pemkot Surabaya. Bantuan tersebut, diserahkan pemkot melalui Dispendik Surabaya, disela-sela acara pembekalan kepada seluruh mahasiswa penerima generasi emas di SMPN 13, Sabtu (1/9/2018).

Penerima bantuan itu adalah Avatachia Berliana Setiawan. Mahasiswi semeter 1 jurusan Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim. Berliana yang menderita lumpuh pun merasa terharu dan senang, usai menerima bantuan kursi roda. “Tak disangka saya mendapatkan bantuan kursi roda dari Pemkot Surabaya,” kata Berliana.

Berliana menuturkan, sebagai penerima beasiswa generasi emas, ia akan berupaya semaksimal mungkin dalam menuntaskan perkuliahan yang dibiayai Pemkot Surabaya dengan tepat waktu. “Program beasiswa ini sangat membantu warga Surabaya dalam meraih pendidikan yang lebih tinggi, terutama menggapai masa depan yang gemilang,” imbuhnya.

Kepala Dispendik Surabaya Ikhsan mengatakan, beasiswa generasi emas diberikan kepada warga Surabaya yang berstatus mahasiswa. Penerima adalah mahasiswa yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN). “Tahun ini ada 478 generasi emas,” kata Ikhsan saat memberikan pembekalan kepada penerima generasi emas.

478 generasi emas tersebut, sebelumnya telah terdaftar sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Surabaya. Antara lain, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), PPNS, PENS, UIN Malang, STAN, serta Poltekes Kemenkes.

Ikhsan berpesan agar para penerima beasiswa berkuliah dengan rajin. Membulatkan tekad untuk lulus lebih cepat, atau lulus tepat waktu. Menurutnya, dengan lulus D3 atau S1, nilai tawar generasi emas lebih bagus saat mencari kerja, dibanding hanya lulusan SMA. “Bu wali kota ingin kalian selesai kuliah tepat waktu. Karena ini untuk memutus rantai kemiskinan,” jelasnya.

Ikhsan mengungkapkan, Pemkot Surabaya akan menanggung biaya pendidikan para generasi emas. Selain itu, mereka juga menerima uang saku dan biaya kebutuhan pendidikan. “Tugas utama kalian adalah berkuliah. Saya harap nilainya bagus-bagus dan lulus tepat waktu,” tandasnya.

Sementara itu, Aston Tambunan Sekretaris Dispendik Surabaya menambahkan semua informasi terkait program beasiswa Generasi Emas ini dapat diakses masyarakat melalui website dispendik.surabaya.go.id. Menurutnya informasi itu juga dapat dilihat setiap saat melalui akun instagram resmi @dispendiksby.

“Saat ini arus kemajuan teknologi sudah menjadi bagian dari kinerja Pemkot Surabaya sehari-hari sebagi perwujudan Surabaya Smart City. Jadi adik-adik jangan sampai ketinggalan bahkan harus bisa lebih dari kami”, pungkas Aston. (wh)

Marketing Analysis 2018