Pemkot Surabaya Bagikan 750 Ribu Masker

Pemkot Surabaya Bagikan 750 Ribu Masker

 

Sejak Jumat (14/2/2014) pagi, jalanan Surabaya tertutup abu kiriman gunung Kelud. Meski tak terlalu tebal, hal itu menjadi perhatian pemerintah kota. Pemkot Surabaya membagikan 750.000 buah masker kepada warga yang melintas di berbagai ruas.

Di depan Taman Bungkul, Wali Kota Tri Rismaharini, turun langsung kepada para pengendara yang melintas. “Ayo dipakai maskernya, hati-hati berkendara di jalan,” ujar Risma ketika membagikan masker kepada pengendara sepeda motor. Warga yang mendapatkan masker langsung dari Risma tampak kaget. Tak sedikit yang berupaya mengambil gambar aksi wali kotanya tersebut.

Selain di Taman Bungkul, terdapat beberapa titik pembagian masker. Di antaranya di Taman Surya, Jalan Raya Darmo, traffic light dekat Kebun Binatang Surabaya, Jalan Diponegoro, Jalan Pemuda, Jalan Prof Moestopo dan juga di Jalan Kertajaya. Pembagian masker secara cuma-cuma juga diadakan di setiap puskesmas seluruh Surabaya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser yang ikut mendampingi walikota dalam kegiatan sosial tersebut mengatakan, ada sekitar 10 ribu dos di mana satu dos berisi 50 masker yang dibagikan kepada warga. 

“Respon warga luar biasa dan langsung memakai maskernya. Mereka senang karena Pemkot Surabaya mengambil langkah efektif dengan turun langsung,” jelas Fikser. 

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, drg Febria Rachmanita mengungkapkan, pihaknya sedang menunggu hasil laboratorium lebih lanjut soal kandungan hujan abu. “Tapi pada dasarnya abu vulkanik mengandung silika yang bisa mengakibatkan paru-paru robek. Maka dari itu, kami menghimbau masyarakat untuk memakai masker ketika berada di luar,” ujarnya.

Selain masker, warga diimbau Feni–panggilan akrabnya–untuk membasuh wajah dengan air bila mata terkena abu vulkanik. “Abu vulkanik juga rawan memicu gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), sesak nafas, dan batuk,” imbuhnya.

Pihaknya bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk membantu tangani korban paparan abu vulkanik. “Kita membuka posko pelayanan pengaduan di saluran telepon 8494965. Sejauh ini, saya cek di puskesmas masih aman-aman saja. Belum ada lonjakan pasien,” kata Feni.