Pembiayaan Kendaraan Bekas Masih Prospektif

Pembiayaan Kendaraan Bekas Masih Prospektif
Dwi Setyaningsih, peneliti Enciety Business Consult

Optimisme sejumlah multifinance membidik pembiayaan kendaraan bekas masih cukup tinggi tahun ini, meski trennya mengalami perlambatan.

Dari catatan enciety Desk Research (eDR), pertumbuhan pembiayaan multifinance tahun lalu adalah yang terendah sejak 2012. Penyaluran pembiayaan kendaraan bekas pada 2014 senilai Rp 366,20 triliun atau naik 5,22 persen dibandingkan 2013. Capaian itu lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pembiayaan pada 2013 yang mencapai 15 persen dengan nilai Rp 348,03 triliun.

Bukan tanpa alasan optimisme tersebut masih ada di tengah gempuran LCGC (Low Cost and Green Car), di antaranya karena segmen pembiayaan mobil bekas tidak ada pembatasan umur kendaraan. Juga, persaingan multifinance di segmen kendaraan bekas tidak seketat kendaraan baru.

Di Surabaya, upaya menjawab optimisme tersebut dapat dilihat dari makin maraknya bursa mobil bekas yang diselenggarakan secara besar-besaran seperti di JX International, Darmo Trade Center, BG Junction, Tunjungan Plaza dan diikuti lebih dari 10 showroom mobil bekas yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mobil Bekas Surabaya (APMBS).

Sebagai konsumen, masyarakat tentu lebih diuntungkan dengan adanya event seperti ini. Pasalnya, selain banyak pilihan, harga yang ditawarkan juga kompetitif, dan penawaran promo yang menarik seperti diskon serta pilihan cara pembayaran cash maupun kredit. (wh)

Marketing Analysis 2018