Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Dibahas Di Tanwir I Aisyiyah

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Dibahas Di Tanwir I Aisyiyah

Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantin (dua dari kiri) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Sukadiono memberikan keterangan pers, Kamis (18/1/2018). foto:republika

Gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai pilar kemakmuran bangsa menjadi tema dalam Tanwir I Aisyiyah yang akan dilaksankan pada 19-21 Januaro 2018. Tema itu dipilih karena keprihatinan Aisyiyah melihat kondisi perekonomian di negeri ini yang tak kunjung membaik.

“Tema ini diambil karena pimpinan pusat melihat realitas bangsa yang masih terus menghadapi permasalahan ekonomi yang memprihatinkan. Maka yang menjadi concern dalam tanwir kali ini adalah problem perekonomian,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantin di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), Jalan Raya Sutorejo 59, Surabaya, Kamis (18/1/2018). Tanwir Aisyiyah tersebut akan diikuti sekitar 450 peserta dari pimpinan Aisyiyah se-Indonesia.

Noordjannah melanjutkan, kondisi perekonomian yang masih memprihatinkan tersebut tergambar dari masih tingginya angka kemiskinan di negeri ini. Penyelesaian masalah perekonomian tersebut, selain menjadi tanggung jawab pemerintah, juga menjadi tanggung jawab organisasi, termasuk organisasi perempuan seperti Aisyiyah. Apalagi, perempuan menurutnya memiliki peran yang luar biasa dalam upaya memperbaiki perekonomian di negeri ini.

“Terbukti pada krisis 1998 kan yang bisa bertahan dan menyelesaikan permasalahan ekonomi di rumah-rumah itu kan perempuan. Banyak laki-laki kehilangan pekerjaan, tapi perempuan masih bisa memperbaiki dengan mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan,” papar Noordjannah.

Dia juga menerangkan, misi dakwah pemberdayaan ekonomi perempuan telah menjadi agenda penting dan utama Aisyiyah. Agenda itu dijalankan melalui program-prohram pemberdayaan maayarakat dan melakukan advokasi regulasi, maupun kebijakan ekonomi yang beepihak pada rakyat.

Tanwir Aisyiyah yang pertama ini dijadwalkan akan dihadiri sejumlah tokoh nasional. Sebut saja Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua MPR Zulkifli Hasan, serta beberapa menteri kabinet kerja.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Sukadionomengatakan, momen Tanwir I Aisyiyah ini juga spesial karena akan dilakukan peresmian Tower At Tauhid UMSurabaya.

“Peresmian dan pembukaan operasional tower At Tauhid juga akan kami lakukan pada Tanwir I Aisyiyah. Tower dengan 13 lantai itu akan segera kami operasionalkan,” tegas Sukadiono.(wh)